Kemal Pahlevi (Instagram @kemalpahlevi) Kemal Pahlevi (Instagram @kemalpahlevi)
Jumat, 16 Desember 2016 19:45 WIB Internet Share :

PIALA AFF 2016
Sebut Zulham Zamrun Gak Guna, Kemal Pahlevi Diamuk Netizen

Kemal Pahlevi dibully pengguna Internet karena menyebut Zulham Zamrun tak banyak berkontribusi pada Timnas Indonesia saat final Piala AFF 2016.

Solopos.com, SOLO – Baru-baru ini, standup comedian, Kemal Pahlevi menjadi sasaran bully pengguna Internet. Hal ini dipicu karena ia dianggap menghina salah satu pemain tim nasional (timnas) Indonesia, Zulham Zamrun.

Di akun Instagramnya, Kemal menulis Zulham tidak berkontribusi apapun dalam laga final leg pertama Indonesia vs Thailand beberapa waktu lalu. Kemal menyertakan hashtag #ZulhamZamrunGakGuna, #JanganDiajakKeThailandPlease, dan #BiarBayuGatraAjaYangMain.

Komentar tersebut langsung menyulut amarah netizen. Ramai dengan bully netizen, ia pun menghapus postingannya berusaha mengklarifikasinya di Twitter.

Kicauan klarifikasi Kemal Pahlevi (Twitter)

Kicauan klarifikasi Kemal Pahlevi (Twitter)

“Ini knpa tiba2 twitter gue rame. Gue semalem emang kecewa kenapa bukan Bayu Gatra yang main,yg gaya mainnya mirip Andik.Tp Zulham yg main,” tulisnya.

“Kalau dibilang “kan ini final, pasti pressure nya berat. Apalagi gantiin Andik”, gakbisa gitu dong. Toh Ferdinand Sinaga bagus2 aja.”

“Ini mslh siap gak siap aja. Zulham mnrt gue blm siap beradaptasi dgn gaya main cepat INA yg mengandalkan winger2 untuk menciptakan peluang.”

Mengakui salah pemilihan kata, tapi Kemal Pahlevi tak terima terus mendapat bully. Baginya, kata-kata yang ia tulis hanyalah curahan hati sebagai supporter Indonesia. “Oke, mungkin pemilihan kata gue salah. Tp ya ini cuma curahan hati gue aja as suporter Indonesia. Gak fair lah kalau pada nyerang gini -_-“.

Ia pun meminta maaf atas perkatannya yang mungkin menyinggung perasaan banyak orang. “Tweet soal Zulham Zamrun udh dihapus, hastag di instagram jg udh dibuang. Pokoknya maaf kalau ada pihak yang tersinggung. Semoga INA juara!

 

 

 

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…