Ilustrasi (lensaindonesia.com) Ilustrasi (lensaindonesia.com)
Jumat, 16 Desember 2016 20:40 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

PENCURIAN SOLO
Melawan Saat Ditangkap, Residivis Curanmor Ditembak Kakinya

Pencurian Solo, seorang residivis pencurian motor terpaksa ditembak kakinya karena melawan saat ditangkap.

Solopos.com, SOLO — Aparat Satreskrim Polresta Solo menangkap seorang residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Kamis (15/12/2016). Pelaku tersebut yakni Waluyo, 35, warga Sukoharjo.

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi, mengatakan pelaku ditangkap setelah ada laporan dari masyarakat atas maraknya pencurian sepeda motor di kawasan Laweyan selama Desember 2016. Polisi mendeteksi keberadaan pelaku dan langsung menerjunkan anggota untuk menangkapnya.

“Kami mendapatkan perlawanan dari Waluyo saat akan menangkapnya. Polisi menembak kaki kanan pelaku karena berusaha kabur,” ujar Agus kepada wartawan di Mapolresta, Jumat (16/12/2016).

Agus mengatakan pelaku terkenal licin serta pintar mengindari kejaran petugas saat akan ditangkap. Seusai beraksi pelaku sering perindah-pindah tempat untuk mengelabui petugas.

“Kami memperkirakan pelaku memiliki teman dekat yang berperan menyediakan tempat persembuyian. Polisi saat ini masih menyelidiki orang lain yang terlibat dalam kasus ini,” kata dia.

Ia menjelaskan dari hasil penyelidikan sementara pelaku diketahui beberapa kali terlibat kasus curanmor di wilayah Soloraya. Modusnya dengan merusak kunci motor menggunakan kunci yang telah dimodifikasi secara khusus.

Polisi lanjut dia, mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepeda motor Honda Beat AD 3132 LA hasil curian. Sepeda motor tersebut didapat pelaku di kawasan Laweyan. Pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Sementara itu, Waluyo mengaku nekat mencuri sepeda motor karena butuh uang untuk makan. Selama mencuri selalu sendirian tanpa dibantu orang lain. “Saya baru sekali mencuri sepeda motor dan ditangkap polisi. Sepeda motor hasil curian di Laweyan rencana akan dijual secara online tetapi keburu ditangkap polisi,” kata dia.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…