Remaja yang diduga hendak mencuri di kawasan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jateng, dihajar massa, Kamis (15/11/2016) pukul 20.00 WIB. (Facebook.com-Ardi Rich) Remaja yang diduga hendak mencuri di kawasan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jateng, dihajar massa, Kamis (15/11/2016) pukul 20.00 WIB. (Facebook.com-Ardi Rich)
Jumat, 16 Desember 2016 19:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PENCURIAN SEMARANG
Tuduh Remaja Hendak Curi Burung, Warga Kedungmundu Main Hakim Sendiri

Pencurian yang diduga akan dilakukan oleh seorang remaja digagalkan beberapa warga Kedungmundu, Semarang.

Solopos.com, SEMARANG – Seorang remaja pria, Kamis (15/12/2016) pukul 20.00 WIB, dihajar massa karena diduga akan mencuri di sebuah rumah warga di kawasan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Remaja yang tak dipublikasikan identitasnya itu mengalami luka lebam pada bagian wajah setelah dihakimi oleh beberapa warga.

Informasi tersebut dihimpun Semarangpos.com dari grup Facebook Komunitas Lovebird Semarang. Seorang member grup yang menggunakan akun Ardi Rich mengabarkan kejadian tersebut seraya mengunggah foto seorang remaja yang diduga akan mencuri di sebuah rumah di kawasan tersebut. “Meh nyatroni omah kecekel warga kampungku [Hendak mencuri di sebuah rumah tertangkap warga kampung], kejadian tadi malam jam 8,” tulisnya pada keterangan foto.

Berdasarkan informasi yang dikabarkan pengguna akun Ardi Rich, remaja itu sudah pernah beberapa kali mencuri di kawasan tersebut namun selalu lolos. Ia juga mengungkapkan belum lama ini remaja itu sudah mencuri seekor burung milik warga Kendungmundu.

Remaja itu juga diduga sedang di bawah pengaruh alkohol saat tertangkap warga. Hal itu terlihat saat remaja itu menjawab pertanyaan warga dengan jawaban yang tak konsisten dan tidak masuk akal.

Saat ditanya maksud kedatangannya ke rumah tersebut, remaja itu menjawab bahwa ia hendak membayar listrik dan tanya alamat. Warga yang geram dengan jawaban remaja itu lantas menghakiminya dengan menghajar beramai-ramai. Setelah sempat melakukan tindak main hakim sendiri, warga kemudian menyerahkan remaja itu kepada polisi di Mapolsek Tembalang. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

 

lowongan kerja
lowongan kerja Penerbit Ziyad, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…