Tersangka pencurian 500 unit sepeda motor, Slamet Hariyadi alias Betet, tengah dibawa salah seorang aparat Polrestabes Semarang di Mapolrestabes Semarang, beberapa waktu lalu. (restabes-smg.jateng.polri.go.id) Tersangka pencurian 500 unit sepeda motor, Slamet Hariyadi alias Betet, tengah dibawa salah seorang aparat Polrestabes Semarang di Mapolrestabes Semarang, beberapa waktu lalu. (restabes-smg.jateng.polri.go.id)
Jumat, 16 Desember 2016 15:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PENCURIAN SEMARANG
Curi 500 Motor, Pria Demak Ditembak Polisi Semarang

Pencurian sepeda motor di Kota Semarang dilakukan pria asal Demak.

Solopos.com, SEMARANG – Entah karena jago atau beruntung, seorang pria asal Demak tak pernah tertangkap apalagi dijebloskan ke penjara seusai melakukan aksi kejahatan berupa pencurian sepeda motor. Bahkan saking jagonya, pria bernama Slamet Haryadi alias Betet, 27, warga RT 002/RW 001, Banyumeneng, Mrangen, Demak itu mengaku telah mencuri 500 sepeda motor selama menjalankan aksi sejak 2005 lalu.

Meski demikian, keberuntungan Betet itu akhirnya berakhir. Ia akhirnya tertangkap oleh aparat Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang di depan sebuah toko busana di daerah Tlogosari, Pendurungan, Semarang, Jumat (25/11/2016) sore. Dilansir situs resmi Polrestabes Semarang, Jumat (16/12/2016), dalam penangkapan itu Betet terpaksa harus dilumpuhkan oleh petugas polisi. Ia dilumpuhkan dengan cara ditembak kaki kanannya saat berusaha melarikan diri.

Polrestabes Semaang, Kombes Pol. Abioso Seno Aji, mengatakan penangkapan atas Betet itu merupakan hasil pengembangan dari ditangkapnya tersangkan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lainnya di Semarang, yakni Samiun, yang sudah lebih dulu ditangkap aparat kepolisian. “Dari penangkapan itu lalu kami lakukan penelusuran,” ujar Kombes Pol. Abioso Seno Aji dilansir situs resmi Polrestabes Semarang.

Dari hasil penyelidikan itu, polisi pun berhasil mengetahui persembunyian Slamet alias Betet dan kemudian mengawasi setiap gerak-geriknya. “Begitu bukti cukup kami langsung meringkus tersangka [Slamet]. Saat itu dia hendak menjemput istrinya di depan sebuah toko busana di Tlogosari,” imbuh Kapolrestabes.

Sementara itu, tersangka mengaku saat beraksi dirinya hanya butuh waktu maksimal lima menit untuk bisa membawa kabur satu unit sepeda motor. Biasanya, sepeda motor yang menjadi sasaran aksi kejahatan Slamet merupakan sepeda motor yang terparkir di depan rumah, baik di kawasan perumahan maupun kos-kosan. “Begitu lokasi aman, saya langsung mengambil motor dengan menggunakan kunci leter T,” jelas tersangka.

Hasil curian itu, katanya mayoritas sepeda motor matik dan dijual seharga Rp 3,5 juta per unit. “Kadang saya mencuri motor sesuai pesanan,” ungkapnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan kerja, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…