Bandara Adisutjipto (JIBI/Bisnis Indonesia/Dwi Prasetya) Bandara Adisutjipto (JIBI/Bisnis Indonesia/Dwi Prasetya)
Jumat, 16 Desember 2016 14:55 WIB Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

LIBURAN AKHIR TAHUN
Antisipasi Lonjakan Penumpang, Maskapai Diminta Ganti Pesawat Berbadan Lebar

Liburan akhir tahun diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya penumpang pesawat

Solopos.com, JOGJA–Jumlah penumpang pesawat terbang pada masa liburan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 (Nataru) yang melalui Bandara Internasional Adisutjipto diperkirakan mengalami kenaikan 10% hingga 12%.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Yogyakarta kenaikan sebesar 10% hingga 12% jika dibandingkan dengan jumlah penumpang harian. “Kalau dibandingkan dengan periode Nataru sebelumnya, kenaikannya sebesar dua persen karena memang fasilitas terbatas,” kata dia di Hotel Kyriad Pesonna Malioboro Yogyakarta, Jogja, Kamis (15/12/2016).

Saat ini, di Bandara Adisutjipto terdapat 152 penerbangan setiap hari. Adapun jumlah penumpang per hari mencapai 20.000 sampai 21.000 penumpang. Selama libur Nataru, ada tambahan dua hingga tiga penerbangan untuk Nam Air dengan tujuan Pontianak dan Citilink ke Jakarta.

“Kami siap menyambut dan menghadapi musim libur Nataru. Kalau terjadi penumpukan penumpang, kita ada ruang internasional sehingga yang domestik bisa dialirkan ke sana. Di Terminal A juga ada eks internasional. Akan dipersiapkan,” ungkap dia.

Pada 2014 total penumpang pesawat di Bandara Adisutjipto mencapai sekitar 6,2 juta penumpang, sedangkan pada 2015 sebanyak 6,4 juta penumpang. Sampai November 2016, jumlah penumpang sudah mencapai 6,5 juta orang.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Danang S Baskoro mengatakan, tahun ini AP I memperkirakan pergerakan penumpang di 13 bandara di bawah pengelolaan AP I akan meningkat sekitar 18,07% dari 5,247 juta menjadi 6,195 juta selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru. Sementara itu, pergerakan pesawat diperkirakan naik 13,44% dari 41.200 pergerakan menjadi 46.700 pergerakan.

Pada Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 lalu, pergerakan penumpang di 13 bandara AP I meningkat 9,82% dibanding tahun sebelumnya. Sementara, pergerakan pesawat tumbuh 4,35%. “Kali ini peak season Natal diperkirakan akan terjadi pada Jumat-Sabtu [23-24/12], sedangkan peak season Tahun Baru akan terjadi Minggu-Selasa, 1-3 Januari 2017,” kata dia.

Ia mengatakan, berbagai persiapan sudah dilakukan baik kesiapan dari aspek fasilitas maupun pelayanan. AP I membuka Posko Angkutan Udara Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 di setiap bandara yang dikelola. Posko tersebut beroperasi selama 22 hari mulai pada H-7 Natal hingga H+7 Tahun Baru atau 18 Desember 2016 hingga 8 Januari 2017. Posko Nataru ini akan beroperasi sesuai jam operasi bandara.

Selain melibatkan unsur internal dari AP I, posko terpadu ini juga melibatkan unsur dari luar yakni dari Kantor Otoritas Bandara, TNI/POLRI, Kantor Kesehatan Pelabuhan, pihak maskapai, dan ground handling. AP I juga menyiapkan jaringan CCTV yang terkoneksi dengan Posko Monitoring di Kantor Pusat AP I. Selain itu, disiapkan pula contact person dari masing-masing bandara yang dapat dihubungi selama operasional posko berlangsung.

AP I secara khusus meminta maskapai penerbangan menjaga ground time performance sehingga tidak ada penerbangan yang terlambat (delayed). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi antrean panjang di terminal. “Kami mengusulkan agar pihak maskapai mengganti pesawatnya dengan pesawat berbadan lebar atau wide body untuk mengantisipasi lonjakan penumpang,” papar dia.

AP I juga fokus pada peningkatan keamanan dan keselamatan penerbangan. Serta, antisipasi penanganan bencana alam yang mungkin terjadi saat peak season. Seluruh bandara AP I sudah memiliki Standar Operating Procedure (SOP) Airport Disaster Management System yang merupakan panduan penanganan operasional bandara dalam kondisi emergency, khususnya bencana alam.

lowongan kerja
lowongan kerja COSTUMER SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…