Warga Tiongkok yang tinggal di Italia berkumpul untuk mengenang Zhang Yao (Shout China Morning Post) Warga Tiongkok yang tinggal di Italia berkumpul untuk mengenang Zhang Yao (Shout China Morning Post)
Jumat, 16 Desember 2016 13:30 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

KISAH TRAGIS
Niat Kejar Pencopet, Mahasiswi Tewas Tertabrak Kereta

Kisah tragis ini terjadi di Kota Roma.

Solopos.com, ROMA – Kisah tragis menimpa mahasiswi seni rupa asal Tiongkok yang berkuliah di Italia. Mahasiswi bernama Zhang Yao dikabarkan tertabrak kereta saat mengejar pencopet tas miliknya.

Dilansir Shanghaiist, Senin (12/12/2016), Zhang Yao dicopet sesaat setelah memperpanjang izin tinggalnya di Italia, Senin (5/12/2016). Setelah kehilangan tasnya, Zhang menelepon teman sekamarnya, Zou Xiao, untuk meminta bantuan sembari mencari tiga pencopet yang membawa lari tasnya.

Berdasarkan keterangan polisi lokal Tor Sapienza, Kota Roma, kemungkinan Zhang sudah menjadi target pencopetan saat berada di kantor Imigrasi Via Patini. Tas milik Zhang yang diketahui bernilai 1.000 euro atau Rp14 juta menjadi hal yang memancing pencopet.

Melalui cerita Zou, Zhang meneleponnya dua kali. Di kali kedua, Zhang mengungkapkan dirinya tersesat, belum sempat menjelaskan secara detail dirinya berada di mana ada suara keras dan telepon mati. Semenjak saat itu, Zou mengungkapkan tidak lagi mendapat kabar dari Zhang.

Pencarian Zhang sempat menemui jalan buntu karena tidak ada yang mengetahui lokasi terakhir mahasiswi jurusan desain tersebut. Namun titik terang mulai muncul saat ada pegawai pabrik yang ingat dirinya mendengar jeritan di hari hilangnya Zhang.

Dikutip dari Shouth China Morning Post, rekaman CCTV sebuah pabrik mengungkap Zhang sempat mencari di dekat rel kereta api. Melalui kamera Zhang Nampak kebingungan, dirinya terlihat menelepon saat dua kereta melintas. Kereta pertama melewati Zhang, namun kereta kedua menabrak gadis tersebut.

Jasad Zhang ditemukan pada, Jumat (9/12/2016), di sebuah selokan dengan tubuh bersimbah darah. Lokasi penemuan jasad Zhang ini hanya 800 meter dari tempat Zhang memperpanjang visa izin tinggalnya. Masinis dan kru kereta api diduga tidak sadar ada warga tertabrak.

Tewasnya Zhang membuat gerakan simpatisan dari komunitas orang Tiongkok yang tinggal di Italia. Kurang lebih 200 warga Tiongkok berkumpul di depan stasiun mengenang Zhang Yao. Dalam acara tersebut seorang mahasiswa asal Tiongkok yang kuliah di Italia menegaskan peristiwa ini membuat dirinya takut beraktivitas seorang diri di Kota Roma.

Hingga berita ini ditulis, Kamis (15/12/2016), tiga pencopet yang membawa lari tas milik Zhang masih bebas berkeliaran.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…