Sepeda motor yang ditumpangi dua siswi yang mengejar copet, rusak setelah menabrak pembatas jembatan di Desa Singorejo, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jateng, Jumat (16/12/2016). (Facebook.com-Raharto Siswo Winarso) Sepeda motor yang ditumpangi dua siswi yang mengejar copet, rusak setelah menabrak pembatas jembatan di Desa Singorejo, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jateng, Jumat (16/12/2016). (Facebook.com-Raharto Siswo Winarso)
Jumat, 16 Desember 2016 14:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KECELAKAAN DEMAK
Kejar Copet, 2 Siswi Malah Tabrak Jembatan

Kecelakaan di Demak terjadi karena dua siswi korban pencopetan yang berusaha mengejar copet justru menabrak pembatas jembatan.

Solopos.com, DEMAK – Dua siswi korban pencopetan yang berusaha mengejar copet justru menabrak pembatas jembatan di Desa Singorejo, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (16/12/2016). Dua siswi yang belum diketahui identitasnya dan asal sekolahnya itu mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Informasi itu dijelaskan oleh seorang saksi mata dengan akun Raharto Siswo Winarso di grup Facebook Warga Demak. Ia juga mengunggah sebuah foto sepeda motor yang ditumpangi dua siswi tersebut saat menabrak pembatas jembatan.

Pengguna akun Facebook Raharto Siswo Winarso mengungkapkan kronologi kecelakaan itu berawal saat dua siswi tersebut menjadi korban pencopetan di kawasan Desa Wonosari, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Kedua siswi yang melihat si pencopet lantas mengejarnya dengan berboncengan menggunakan sepeda motor.

Malang tak dapat ditolak, pencopet berhasil lolos, dua siswi yang mengejar itu justru menabrak pembatas jembatan di Desa Singorejo, Kecamatan Demak. Beberapa warga yang melihat kecelakaan itu lantas segera menolong dua siswi tersebut.

Pengguna akun Raharto Siswo Winarso juga mengabrakan dua siswa itu sudah dibawa ke rumah sakit terdekat. Sementara itu, pengguna akun Ucil New Antara mengungkapkan bahwa salah seorang di antara dua siswi itu megalami patah tulang kaki. “Korban parah yang satunya kakinya patah,” tulisnya dalam kolom komentar.

Bukan hanya itu, sepeda motor yang ditumpangi kedua siswi itu juga mengalami kerusakan parah pada bagian depan. Sepatbor depan sepeda motor itu sudah remuk tak berbentuk setelah menabrak pembatas jembatan. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…