Pekerja menyelesaikan pembangunan Skybridge di Jl. Dr. Setiabudi, Gilingan, Solo, Rabu (9/11/2016). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Pekerja menyelesaikan pembangunan Skybridge di Jl. Dr. Setiabudi, Gilingan, Solo, Rabu (9/11/2016). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Jumat, 16 Desember 2016 14:40 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

INFRASTRUKTUR SOLO
Peresmian Sky Bridge Ditunda, Ini Sebabnya

Infrastruktur Solo, jembatan penghubung antarmoda dari Stasiun Solo Balapan ke Terminal Tirtonadi batal diresmikan Sabtu (17/12/2016).

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menunda peresmian jembatan penghubung antarmoda (sky bridge) Terminal Tirtonadi dan Stasiun Balapan. Peresmian yang sedianya dilakukan pada Sabtu (17/12/2016) ditunda menjadi Selasa (27/12/2016).

Penundaan itu karena Pemkot masih menunggu penyelesaian proyek serupa yang ditangani PT Kereta Api Indonesia (KAI) di kawasan Stasiun Solo Balapan. Pembatalan peresmian sky bridge disampaikan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo ketika dijumpai wartawan di Balai Kota, Jumat (16/12/2016).

“Peresmian [sky bridge] terpaksa diundur menjadi tanggal 27 Desember, karena pengerjaan yang menjadi bagian PT KAI belum selesai,” kata Wali Kota yang akrab disapa Rudy.

Selain itu peresmian disesuaikan dengan jadwal Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi. Pada pekan ini, Menhub dijadwalkan tidak bisa hadir untuk meresmikan sky bridge karena ada kegiatan lain. Padahal sesuai rencana, sky bridge akan diresmikan oleh Menhub.

“Meski diputuskan tanggal 27 Desember diresmikan, itu pun masih tentatif. Nanti tergantung Menhub bisa atau tidak,” kata dia.

Rudy berharap sky bridge bisa diresmikan pada bulan ini. Pemkot telah berulang kali berkoordinasi dengan PT KAI agar segera merampungkan pembangunan sky bridge. Dengan demikian, sky bridge bisa benar-benar digunakan sebagai jalur penghubung antarmoda dari Stasiun Balapan ke Terminal Tirtonadi.

Pengerjaan sky bridge sepanjang 437 meter dibagi menjadi dua proyek. Satu proyek sky bridge dari Terminal Tirtonadi hingga perbatasan Stasiun Balapan, sepanjang 367 meter ditangani Pemkot. Sumber dana tersebut berasal dari APBN dan APBD Kota Solo. Sedangkan untuk jalur dari Stasiun Balapan sepanjang 70 meter ditangani dan dibiayai PT KAI.

“Dulu dalam pemaparan sky bridge semuanya menggunakan pabrikasi, artinya distel di pabrik baru dipasang dan yakin selesai 17 Desember. Tapi, ternyata belum selesai. Ya sudah, itu menjadi tanggung jawab mereka [PT KAI] untuk menyelesaikannya,” ujar Rudy.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo Yosca Herman Soedrajat mengaku kecewa dengan mundurnya waktu peresmian sky bridge. Mengingat pelaksanaan pembangunan sky bridge yang ditangani Pemkot telah rampung, sedangkan yang ditangani PT KAI hingga kini belum selesai.

“Peresmian mundur tak berpengaruh apa-apa terhadap Pemkot. Karena, bagian yang menjadi tanggung jawab Pemkot sudah selesai 15 Desember kemarin,” katanya.

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…