Prajurit TNI AD berbaris saat defile pasukan memperingati Hari Juang Kartika di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jateng, Kamis (15/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) Prajurit TNI AD berbaris saat defile pasukan memperingati Hari Juang Kartika di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jateng, Kamis (15/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Jumat, 16 Desember 2016 17:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Reno Esnir Semarang Share :

FOTO HARI JUANG KARTIKA
Ambarawa Meriah oleh Tentara

Hari Juang Kartika diperingati di Ambarawa.

Prajurit TNI AD berbaris saat defile pasukan memperingati Hari Juang Kartika di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jateng, Kamis (15/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Prajurit TNI AD berbaris saat defile pasukan memperingati Hari Juang Kartika di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jateng, Kamis (15/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Hari Juang Kartika yang diperingati setiap 15 Desember dirayakan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Jaswandi, Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sri Puryono, dan para pimpinan Kodam IV/Diponegoro tampak hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa itu.

KSAD Jenderal TNI Mulyono membalas hormat dari prajurit Kopassus saat defile pasukan memperingati Hari Juang Kartika atau Hari Jadi TNI Angkatan Darat, di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jateng, Kamis (15/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

KSAD Jenderal TNI Mulyono membalas hormat dari prajurit Kopassus saat defile pasukan memperingati Hari Juang Kartika atau Hari Jadi TNI Angkatan Darat, di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jateng, Kamis (15/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Prajurit TNI AD yang berperan sebagai Tentara Keamanan Rakyat (TKR) tampil dalam drama kolosal memperingati Hari Juang Kartika di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jateng, Kamis (15/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Prajurit TNI AD yang berperan sebagai Tentara Keamanan Rakyat (TKR) tampil dalam drama kolosal memperingati Hari Juang Kartika di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jateng, Kamis (15/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Prajurit TNI AD yang berperan sebagai Tentara Keamanan Rakyat (TKR) tampil dalam drama kolosal memperingati Hari Juang Kartika di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jateng, Kamis (15/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Prajurit TNI AD yang berperan sebagai Tentara Keamanan Rakyat (TKR) tampil dalam drama kolosal memperingati Hari Juang Kartika di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jateng, Kamis (15/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Prajurit TNI AD yang berperan sebagai Tentara Keamanan Rakyat (TKR) tampil dalam drama kolosal memperingati Hari Juang Kartika di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jateng, Kamis (15/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Prajurit TNI AD yang berperan sebagai Tentara Keamanan Rakyat (TKR) tampil dalam drama kolosal memperingati Hari Juang Kartika di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jateng, Kamis (15/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Hari Juang Kartika adalah peringatan atas Palagan Ambarawa, yakni peristiwa perlawanan rakyat terhadap tentara Sekutu yang terjadi di Ambarawa, sebelah selatan Semarang, Jawa Tengah, 20 Oktober-15 Desember 1945. Momentum itu semula diperingati sebagai Hari Infanteri, namun belakangan hari ini dianggap sebagai hari jadi TNI Angkatan Darat (AD).

Setelah upacara resmi berakhir, dilakukan atraksi terjun payung oleh personel TNI AD. Selain itu, personel TNI AD juga menyuguhkan defile helikopter serta atraksi marching band Akademi Militer Magelang. Kegiatan di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman itu berlanjut dengan drama kolosal, layaknya cara warga Kota Surabaya merenungi keberanian rakyat melawan NICA di kawasan Tugu Pahlawan, setiap menjelang 10 November.

Acara berlanjut dengan hiburan yang dimeriahkan komedian Tukul Arwana. Keramaian itu menyita perhatian masyarakat Ambarawa dan sekitarnya. Ratusan warga berbondong-bondong datang ke Lapangan Soedirman untuk menyaksikan seluruh rangkaian kegiatan meskipun cuaca sangat panas.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan kerja
lowongan kerja PERSONALIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…