Jumat, 16 Desember 2016 22:40 WIB Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

Cek Keaslian Uang Makin Gampang dengan 3D Corner

Saat ini masyarakat semakin mudah mengecek keaslian uang lewat layanan 3D corner yang disediakan BI Solo.

Solopos.com, SOLO — Bank Indonesia (BI) Solo menghadirkan layanan 3D corner di delapan pasar tradisional dan dua lokasi layanan publik di Solo, yakni Terminal Tirtonadi serta Bandara Adi Soemarmo. Delapan pasar yang menjadi lokasi penempatan 3D corner yakni Pasar Gede, Pasar Legi, Pasar Depok, Pasar Nongko, Pasar Mojosongo, Pasar Tanggul, Pasar Harjodaksino, dan Pasar Jongke.

Layanan ini diharapkan semakin mempermudah pedagang dan masyarakat yang berkunjung ke pasar untuk mengecek keaslian uang mengingat pasar merupakan lokasi transaksi jual beli dan peredaran uang. Oleh karena itu, pedagang dan masyarakat tidak perlu datang ke kantor bank atau BI untuk memastikan keaslian uang.

“Melalui 3D corner ini pedagang dan masyarakat bisa mengecek keaslian uang dan mendeteksi apakah uang yang sobek atau terbakar bisa diganti sepenuhnya,” ungkap Kepala Perwakilan BI Solo, Bandoe Widiarto, di Pasar Gede, Jumat (16/12/2016).

Layanan 3D corner dilengkapi money detector yang bisa dilakukan dengan empat cara, yakni menggunakan ultra violet (UV) untuk melihat invicible ink atau tinta tidak tampak, lampu daylight untuk mengecek tanda air, magnetic, serta kaca pembesar untuk mengecek detail tulisan di safety line atau benang pengaman, tulisan BI dalam bingkai persegi panjang, dan efek pelangi di bidang tertentu.

Masyarakat yang ragu apakah uang yang telah sobek atau terbakar bisa ditukarkan dengan uang baru juga bisa datang ke 3D corner untuk mengukur dimensi uang. Hal ini karena money detector dilengkapi falsiscope untuk mengukur tingkat kerusakan uang kertas di bagian layar terawang.

Apabila bagian uang yang tersisa minimal 2/3 bagian, masyarakat akan mendapatkan uang baru dengan nominal sama. Namun, apabila kurang dari 2/3 bagian dianggap uang rusak dan tidak dapat pengganti.

Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) ini juga merupakan dukungan terhadap program Pemkot Solo, yakni smart market dan merupakan yang pertama di Jateng. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu lagi ragu untuk datang ke pasar tradisional.

“Rata-rata temuan upal selama setahun 5.000 lembar-6.000 lembar yang kebanyakan berasal dari setoran atau laporan perbankan. Oleh karena itu, hal ini perlu diantisipasi supaya temuan upal semakin turun,” ujar mantan Kepala Perwakilan BI Tegal ini.

Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, menyampaikan 3D corner ini sangat membantu masyarakat kecil dan pedagang pasar untuk mengantisipasi peredaran upal. Bantuan ini akan membuat masyarakat merasa tenang karena dapat mengecek langsung keaslian uang.

“Upal bisa ditemukan di mana pun sehingga harus teliti dan waspada. Kami telah mengimbau lurah pasar untuk selalu membuka layanan 3D corner sepanjang waktu selama masih ada pedagang di pasar,” kata dia.

Salah satu pengunjung pasar, Laras, 26, langsung mencoba money detector untuk mengecek uangnya. Wanita berjilbab ini mengaku penasaran dengan cara kerja sekaligus menjajal money detector sehingga apabila merasa ragu dengan uang yang diterima bisa langsung mengecek keaslian uang.

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bahasa Tubuh dan Bahasa Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (19/10/2017). Esai ini karya Triyono Lukmantoro, dosen Sosiologi Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro Semarang dan mahasiswa Program Doktor Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail…