Bakso 2 kg dari Yogyakarta (Instagram) Bakso 2 kg dari Yogyakarta (Instagram)
Jumat, 16 Desember 2016 15:10 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Kuliner Share :

Bakso 2 Kg Asal Jogja Ini Bikin Netizen Penasaran

Bakso seberat 2 kg itu merupakan menu dari Bakso Klenger

Solopos.com, YOGYAKARTA – Bakso adalah salah satu menu paling populer di Indonesia. Belum lama ini menu bakso unik ramai dibicarakan di media sosial (medsos). Bakso tersebut berukuran super besar dan memiliki berat 2 kg.

Video viral tentang bakso 2 kg ini diunggah akun Instagram @ericekos, Minggu (11/12/2016). Dalam video berdurasi satu menit itu akun @ericekos memesan bakso seberat 2 kg untuk dua orang. Ia menjelaskan bakso tersebut berisi daging cincang dan telur ayam.

Akun @ericekos menegaskan dia dan satu orang lagi memakan bakso tersebut sampai lemas. “Dan kami pun akhirnya terkulai lemas menghabiskan satu mangkok bakso seukuran kepala Upin Ipin seberat Pikcahu,” tulisnya.

Bakso tersebut adalah menu sebuah warung bakso di Jogjakarta bernama Bakso Blenger. Beralamat di jalan Wahid Hasyim, Nologaten, Jogja, bakso 2 kg itu diberi harga Rp150.000. Bakso tersebut bukan menu terberat dari Bakso Blenger, masih ada bakso 5 kg.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Kamis (15/12/2016), video akun @ericekos itu sudah ditonton lebih dari 286.000 kali, lebih dari 890 netizen meramaikan melalui komentar.

Satu kelas habis kayaknya ini,” tulis akun @dihwulanhudaya.

Mbuletinnya bagimana ini?” tulis akun @adeliaaapr.

Penasaran seperti apa bakso 2 kg dari Bakso Klenger? Tonton video dari akun Youtube Bowo Piknik di bawah ini.

https://www.youtube.com/watch?v=wi9B04dVEHw

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…