Novelis asal Belanda Marion Bloem (kanan) tampil dalam acara bedah novelnya, Moemie, Gadis Berusia Seratus Tahun di Balai Soedjatmoko Solo, Kamis (15/12/2016) malam. (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos) Novelis asal Belanda Marion Bloem (kanan) tampil dalam acara bedah novelnya, Moemie, Gadis Berusia Seratus Tahun di Balai Soedjatmoko Solo, Kamis (15/12/2016) malam. (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos)
Jumat, 16 Desember 2016 12:15 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Solo Share :

Alami Pelecehan di Solo, Novelis Asal Belanda Enggan Lapor Polisi

Pelecehan seksual dialami Marion Bloem di Solo.

Solopos.com, SOLO — Novelis asal Belanda, Marion Bloem, mengalami pelecehan seksual oleh seseorang pengendara sepeda motor di kawasan City Walk Sriwedari Solo, Selasa (13/12/2016) sekitar pukul 12.30 WIB. Namun dia enggan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang.

Padahal Bloem sudah mengantongi identitas kendaraan yang digunakan oleh pelaku. Dia mengaku tidak ingin menghabiskan waktunya di Solo dengan laporan di kantor polisi.

“Saya punya waktu tiga hari di Solo. Saya tidak ingin membuang waktu sia-sia hanya untuk melaporkan kejadian itu. Tujuan saya ke sini untuk bekerja. Saya tak berniat melaporkannya ke polisi,” kata Bloem saat ditemui sebelum acara bedah novelnya berjudul Moemie, Gadis Berusia Seratus Tahun di Balai Soedjatmoko Solo, Kamis (15/12/2016) malam.

Bloem memilih menyebarkan kejadian yang menimpanya melalui media sosial. “Saya berharap dengan membagikan masalah ini di akun Facebook bisa menemukan pelaku dan membuat dia malu atas perbuatannya terhadap perempuan. Mungkin nenek, ibu, saudara perempuan atau bahkan istrinya juga akan malu melihat kelakuannya kepada perempuan,” imbuh dia.

Bloem menceritakan pelaku melakukan pelecehan seksual dengan meremas budah dadanya sambil mengendarai sepeda motor matic dengan nomor polisi AD 2791 QF. (baca: Novelis Asal Belanda Ngaku Jadi Korban Pelecehan Seksual di Solo)

“Saat itu saya sedang jalan-jalan menikmati suasana Kota Solo bersama suami. Namun saat kejadian, suami saya sedang mengambil foto di sisi jalan yang berbeda. Ketika pelecehan seksual itu terjadi, sontak saya berteriak, kemudian suami saya segera mengambil foto pelaku. Wajahnya tidak terlihat, tapi nomor kendaraan jelas di situ,” ungkap Bloem.

Dia mengatakan pria berkaus putih yang tampak dalam foto yang diunggahnya itu melakukan pelecehan seksual tanpa kesulitan sembari mengendarai motor matik warna hitam.

“Saya yakin, saya bukan satu-satunya korban. Sebelumnya pasti sudah banyak korban. Tapi apa pun itu, dia orang sakit. Dia melakukan pelecehan terhadap saya, perempuan tua 62 tahun,” tandas dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUPERVISOR JAHIT & PENJAHIT HALUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…