Kamis, 15 Desember 2016 13:55 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

KENAKALAN REMAJA
Heboh Klitih, 5 Remaja Ditangkap Petugas di Patuk, Salah Satunya Bawa Pedang

Kenakalan remaja di Gunungkidul diantisipasi salah satunya dengan menangkap gerombolan remaja yang diduga henda klithih

Solopos.com, GUNUNGKIDUL– Heboh aksi klithih di Jogja, lima remaja di Desa Putat, Patuk, Gunungkidul diringkus polisi. Polisi mengamankan sebilah pedang milik salah seorang remaja yang tertangkap.

Penangkapan terhadap lima remaja tersebut terjadi Kamis (15/12/2016) dinihari sekitar pukul 00.45 WIB. Kepala Polsek Patuk, Gunungkidul komisaris Polisi (Kompol) Mugiman mengatakan, penangkapan terhadap lima remaja tersebut dilakukan oleh petugas razia gabungan yang terdiri dari Polda DIY dan Polsek Patuk.

Pada Kamis dini hari, petugas berpatroli melintasi Jalan Jogja-Wonosari. Sampai di Dusun Putat, Desa Putat, Kecamatan Patuk, polisi menemukan segerombolan remaja yang tengah nongkrong di angkringan. Polisi mengejar puluhan pemuda itu. Sebagian besar kabur melarikan diri, sementara lima lainnya tertangkap.

Kelima pemuda yang ditangkap tersebut yaitu Mu (19), Ag (18), Raf (15), Jat (19), dan Gun (18). Mayoritas remaja tersebut sudah bekerja. Kebanyakan hanya tamat SLTP. Hanya remaja berinisial Raf yang duduk di bangku SMK dan masih di bawah umur.

“Mereka semua pemuda lokal di sini [Gunungkidul],” ungkap Mugiman, Kamis siang.

Di lokasi kejadian polisi menemukan lima botol bekas minuman keras (miras) yang baru saja dikonsumsi para remaja tersebut. Polisi kata dia juga menyasar kediaman salah seorang remaja yang tertangkap.

Di rumah yang bersangkutan polisi menemukan sebilah pedang. “Pedang itu sudah diamankan. Pedang itu ada di rumah salah satu dari mereka yang tertangkap,” tutur dia. Menurut Mugiman, hingga Kamis siang pemeriksaan terhadap kelima remaja itu masih berlangsung.

Polisi belum menahan kelima remaja tersebut. “Masih diperiksa apakah ada pelanggaran yang mereka lakukan atau tidak,” tuturnya lagi.

Ditambahkannya, kasus klitih yang menelan korban jiwa di Bantul beberapa waktu lalu,mendorong aparat kini memperketat pengawasan. Razia petugas kata dia menyasar gerombolan remaja yang kerap nongkrong di malam hari dan membawa senjata tajam.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron Rosyid mengatakan, orang tua dan guru di sekolah mulai sekarang harus memperketat pengawasan kepada anak-anak atau siswa mereka. “Harus diperhatikan kalau ada tanda-tanda mencurigkan,” tutur Bahron Rosyid.

Terhadap remaja yang terindikasi terlibat geng klitih maupun geng motor menurutnya harus didampingi secara ekstra. Kewajiban mendampingi siswa tersebut tidak hanya menjadi tugas guru Bimbingan Konseling (BK) melainkan tanggungjawab semua guru di sekolah. “Kalau guru konseling saja tidak cukup menangani ratusan siswa di satu sekolah. Ini tanggungjawab kita bersam baik orang tua maupun semua guru,” papar dia.

lowongan kerja
lowongan kerja PT. BPR DANAMAS PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…