Kamis, 15 Desember 2016 06:40 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

INFRASTRUKTUR GUNUNGKIDUL
Lubang Bertebaran di Jalan Nasional

Kerusakan berupa lubang jalan juga ditemukan di sejumlah tikungan.

Solopos.com, WONOSARI– Kerusakan jalan nasional Jogja-Wonosari kian parah akibat musim hujan. Jalan berlubang bertebaran, mengancam keselamatan pegendara.

Lubang bertebaran di berbagai titik di jalan Jogja-Wonosari yang merupakan jalan nasional. Antara lain di jalan-jalan yang melintasi Desa Putat, Kecamatan Patuk. Dalam satu kawasan terdapat lebih dari lima titik lubang yang bertebaran di badan jalan.

Kerusakan berupa lubang jalan juga ditemukan di sejumlah tikungan. Para pengendara harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan-jalan berlubang tersebut. Jalan yang sempit, menikung tajam, mendaki dan menurun ditambah lubang yang bertebaran mengancam keselamatan pengendara.

Lubang-lubang tersebut terus bermunculan semenjak musim hujan beberapa waktu terakhir. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gunungkidul Djaka Lelana membenarkan kondisi jalan nasional Jogja-Wonosari kini rusak parah lantaran lubang yang bertebaran di mana-mana.

Masalahnya kata dia, kewenangan memperbaiki jalan rusak tersebut bukan tugas lembaganya. “Karena itu jalan nasional, maka kewenangan memperbaiki juga oleh Pusat. Bukan Pemkab Gunungkidul,” kata Djaka Lelana, Rabu (14/12).

Kendati demikian kata dia, pihaknya telah memantau dan melaporkan kerusakan jalan itu ke ke perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum di DIY yang menangani perbaikan jalan nasional. Sejatinya kata Djaka Lelana, petugas kerap menambal jalan berlubang yang muncul di Jalan Jogja Wonosari. Namun karena hujan yang kerap mengguyur beberapa waktu terakhir menyebabkan kemunculan jalan berlubang semakin banyak.

“Musuh utama jalan itu memang air hujan. Sedikit saja kena hujan pasti banyak muncul lubang,” papar dia lagi. Selain di Jalan Jogja-Wonosari, di jalan kabupaten seperti di jalur menuju kawasan wisata Gua Pindul menurutnya juga bermunculan jalan berlubang. Pemkab Gunungkidul menargetkan perbaikan jalan rusak itu secara berkala dengan anggaran rutin.

Salah seorang pengendara sepeda motor yang hampir setiap hari melintasi Jalan Jogja-Wonosari, Rendi mengatakan, ia nyaris terjatuh lantaran menabrak lubang di Jalan Jogja-Wonosari. “Banyak sekali jalannya yang berlubang, di tiap tikungan itu pasti ada. Salah satunya di jalan dekat pasar yang menjual buah,” tutur Rendi.

Ia berharap, pemerintah segera menangani jalan berlubang itu sebelum memakan korban. Maya, pengendara lainnya mengatakan jalan berlubang banyak di temukan di Kecamatan Patuk tepatnya di dekat pasar buah. “Itu bisa membahayakan. Semoga Pemkab bisa segera mengambil sikap,” kata Maya.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…