Setidaknya lima taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) tingkat kedua mengikuti latihan terbang layang (Lat Terla) di Lapangan Udara Gading, Playen, Gunungkidul, Kamis (3/11/2016) pagi. (JIBI/Harian Jogja/TNI AAU) Setidaknya lima taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) tingkat kedua mengikuti latihan terbang layang (Lat Terla) di Lapangan Udara Gading, Playen, Gunungkidul, Kamis (3/11/2016) pagi. (JIBI/Harian Jogja/TNI AAU)
Senin, 5 Desember 2016 11:40 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Lanud Gading, Harapan Besar di Gunungkidul

Lanud Gading menjadi salah satu harapan yang ingin dimanfaatkan oleh Gunungkidul

Solopos.com, GUNUNGKIDUL– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyambut baik wacana Kementerian Perhubungan merevitalisasi Landasan Udara Gading, Desa Gading, Kecamatan Playen untuk penerbangan komersial. Harapannya langkah itu bisa segera direalisasikan karena dengan pengembangan ini diyakini dapat meningkatkan perekonomian di Bumi Handayani.

Pejabat Sekretaris Daerah Gunungkidul Supartono mengakui, upaya memanfaatkan Lanud Gading sudah lama dilakukan oleh pemkab. Bahkan beberapa waktu lalu, pihaknya mengirimkan surat ke Pemerintah DIY, yang intinya meminta untuk bisa memanfaatkan keberadaan lapangan tersebut.

Hanya saja, kata Supartono, wacana tersebut masih terbentur masalah kepemilikan aset, sehingga oleh Sri Sultan HB X diminta untuk menunggu penyelesaian masalah itu.

“Namun dengan adanya wacana dari pusat untuk merevitalisasi, kami jadi semakin yakin jika Lanud Gading bisa dimanfaatkan. Untuk itu, kami juga sudah membuat tim guna membantu dalam proses revitalisasi,” katanya kepada Harianjogja.com di akhir pekan lalu.

Menurut dia, pemanfaaan lanud untuk penerbangan komersial dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul. Setidaknya ada dua dampak yang bisa dirasakan, pertama di sektor kepariwisataan, di mana keberadaan lanud dapat mempermudah akses untuk wisatawan, terutama saat keberadaan Bandara Adi Sutjipto dipindah ke Kulonprogo.

“Meski hanya untuk pesawat dengan kapasitas kecil, tapi saya yakin dampaknya bisa signifikan,” ujar pria asli Ponjong ini.

Adapaun manfaat kedua, kata Supartono, keberadaan Bandara Gading juga untuk mendukung distribusi hasil perikanan di Pelabuhan Sadeng. Sebab, dengan proses distribusi yang semakin cepat ini maka kualitas ikan yang dihasilkan akan lebih baik lagi. “Dua faktor inilah yang membuat kami bermimpi agar Lanud Gading bisa dimanfaatkan,” katanya lagi.

Lowongan Pekerjaan
Marketing Avian Brands, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…