Ilustrasi (Dok. SOLOPOS) Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)
Minggu, 4 Desember 2016 13:55 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

Pintu Air Demangan Solo Mendesak Dipindah, Jika Tidak Bisa Jebol

Pintu air Demangan Solo mendesak untuk dipindah ke lokasi yang lebih dekat dengan Bengawan Solo. Jika tidak, maka pintu air bisa jebol.

Solopos.com, SOLO — Pemindahan pintu air Demangan ke arah hilir mendekati aliran Sungai Bengawan Solo mendesak direalisasikan. Pemkot khawatir pintu air rawan jebol jika tidak segera dipindahkan.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan rencana pemindahan pintu air Demangan segera dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Pintu air Demangan dibangun 1918 pada masa Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Paku Buwono (PB) X.

“Pintu air harus dipindahkan untuk memaksimalkan operasional pintu air dalam mengantisipasi banjir di Kota Solo,” kata Wali Kota yang akrab disapa Rudy ketika berbincang dengan wartawan, Minggu (4/12/2016).

Rudy mengatakan selama ini kondisi pintu air Demangan berjarak sekitar 500 meter dari aliran Sungai Bengawan Solo. Akibatnya, saat mesin pompa beroperasi memompa air dari dalam kota dibuang ke Sungai Bengawan Solo, jaraknya terlalu jauh. Air yang terbuang tersebut tidak bisa langsung keluar ke aliran Sungai Bengawan Solo. “Saya khawatir pintu air Demangan akan jebol jika tidak segera digeser ke hilir,” katanya.

Selain BBWSBS, koordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait akan dilakukan Pemkot. Lebih lanjut Rudy mengatakan, sudah mengusulkan pembangunan ulang pintu air kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU dan PR). Bahkan konsultan dari Jepang dinilai telah melakukan penelitian di pintu air Demangan.

Selain pemindahan pintu air Demangan, Rudy juga menilai pentingnya pembangunan pintu air Kali Wingko di Joyontakan. Pembangunan pintu air untuk mengantisipasi banjir di wilayah tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo Arif Nurhadi menjelaskan pintu air Demangan rawan jebol bila kondisi ketinggian muka air Sungai Bengawan Solo lebih tinggi dibanding air dalam kota. Pada kondisi itu, pintu air Demangan akan ditutup. Namun karena jarak pintu air terlalu jauh dari bibir Sungai Bengawan membuat tekanan air dari sungai tersebut sangat tinggi.

Sementara itu, air dalam kota harus dipompa ke luar ke aliran Sungai Bengawan Solo agar tidak terjadi back water dan banjir di dalam kota. “Nah saat tekanan air sangat besar maka pompa air di pintu Demangan tidak bisa dimaksimalkan. Kalau kita maksimalkan, pintu air bisa jebol dan Solo terendam banjir sangat parah,” katanya.

Menurut dia, paling memungkinkan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah memindahkan posisi pintu air ke hilir Sungai Bengawan Solo. Teknisnya pintu air dibangun baru di hilir Sungai Bengawan Solo. Sedangkan pintu air Demangan tetap dioperasionalkan sampai pembangunan pintu air baru rampung dikerjakan.

lowongan kerja
lowongan kerja PERUSAHAAN FURNITURE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…