News
Senin, 14 November 2016 - 21:07 WIB

Polisi Buru Pelempar Bom Molotov di Vihara Singkawang

Redaksi Solopos.com  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Polda Kalbar memburu pelempar bom molotov di Vihara Pekong Budi Darma, Singkawang.

Solopos.com, PONTIANAK — Teror bom molotov juga muncul di Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar). Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes (Pol) Suhadi SW, menyatakan pihaknya saat ini sedang menyelidiki dugaan pelemparan bom molotov di Vihara Pekong Budi Darma, Kota Singkawang, Senin (14/11/2016) dinihari pukul 02.15 WIB.

Advertisement

“Kami telah membentuk tim khusus di bawah pimpinan Kasat Reskrim Polres Singkawang untuk mengejar dan mengungkap siapa pelaku dibalik pelemparan Pekong Budi Darma, di Jl. Gusti Situt, Kota Singkawang,” kata Suhadi di Pontianak.

Ia menjelaskan, pihaknya, saat ini sudah meminta keterangan kepada beberapa orang saksi. Meskipun kasus di Vihara Pekong tersebut tidak ada korban baik harta maupun jiwa, namun pihaknya menganggap hal ini adalah peristiwa yang serius dan perlu penanganan segera. Apalagi saat ini, Kota Singkawang sedang melaksanakan tahapan pemilihan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang.

“Pihak kepolisian bersama TNI telah melakukan patroli bersama untuk menjaga Kamtibmas yang sudah cukup mantap selama ini. Kami berharap masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan melalui peningkatan keamanan swakarsa di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Advertisement

Berdasarkan keterangan penjaga Pekong Budi Darma, Agung Maalim, 51, dan Bong Lie Fen, 49. Mereka mengetahui adanya pelemparan bom molotov setelah mendengar suara pecahan kaca dan melihat percikan api di halaman vihara. Mereka spontan memadamkan percikan api tersebut.

Bong Lie Fen mengatakan pelaku sebanyak dua orang dengan menggunakan sepeda motor. Mereka melemparkan botol yang diduga bom molotov dari gang di sebelah vihara yang tidak diawasi oleh penjaga.

Dalam kesempatan itu, Kabid Humas Polda Kalbar menambahkan, berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Polres Singkawang, ditemukan pecahan kaca yang diduga dari botol, kain warna merah, dan bau minyak tanah. Seluruh temuan itu diduga merupakan bahan bom molotov.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif