Ilustrasi gempa bumi (JIBI/Solopos/Antara) Ilustrasi gempa bumi (JIBI/Solopos/Antara)
Minggu, 13 November 2016 23:29 WIB Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Solopos Internasional Share :

Gempa 7,8 SR Guncang Selandia Baru, Timbulkan Tsunami 2 Meter

Gempa 7,8 SR mengguncang Selandia Baru dan menimbulkan gelombang tsunami setinggi 2 meter.

Solopos.com, JAKARTA — Sebuah gempa dahsyat berkekuatan 7,8 skala Richter mengguncang Selandia Baru bagian tengah sebelum tengah malam ini, Minggu (13/11/2016) waktu setempat. US Geological Survey menyatakan gempa ini menyebabkan kerusakan besar dan memicu gelombang tsunami.

Menteri Pertahanan Sipil dan Manajemen Darurat Selandia Baru memperingatkan risiko gelombang yang bisa merusak wilayah sepanjang pantai timur negara itu. Pemerintah setempat mendesak penduduk di kawasan pesisir untuk mengungsi ke tempat lebih tinggi.

Gelombang tsunami tersebut mencapai 2 meter atau 6 kaki bisa menghantam kawasan timur negara kepulauan itu dua jam setelah gempa. Anna Kaiser, seorang pakar kegempaan di GNS Science menyatakan gelombang pasang setinggi 1 meter telah mencapai North Canterbury, wilayah di Pulau Selatan.

“Gelombang itu kemungkinan cukup besar, jadi masyarakat harus melakukan langkah serius [mengungsi],” kata dia melalui Radio New Zealand yang dikutip Reuters.

Gempa tersebut sangat besar sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan. Lembaga Geonet sempat merevisi kekuatan gempa dari 6,6 SR menjadi 7,5 SR. US Geological Survey menyebutkan pusat gempa berada di 91 km di utara-timur laut Christchurch, kota terbesar di Pulau Selatan.

“Seluruh rumah berputar seperti ular dan beberapa barang terlempar. Kekuatannya benar-benar keluar,” kata Elizabeth, warga setempat kepada told Radio New Zealand dari rumahnya di Takaka, dekat puncak tertinggi pulau itu.

Chris Hill, seorang petugas pemadam kebakaran di Cheviot, sebuah kota di pesisir dekat episentrum gempa, menghatakan para petugas telah mendatangi setiap rumah untuk melakukan evakuasi. “Semua orang baik-baik saja di sini. Ada banyak reruntuhan rumah, tapi situasinya tidak terlalu buruk.”

Para warga di Wellington, ibu kota Selandia Baru, mengatakan kaca-kaca berjatuhan dari bangunan ke jalan-jalan. Sementara itu, para pengunjung hotel dan apartemen telah dievaluasi.

Richard Maclean, juru bicara Dewan Kota Wellington, mengatakan penduduk telah melakukan evakuasi ke wilayah sub urban karena tsunami segera datang. Kerusakan akibat gempa juga muncul di berbagai tempat. “Kami menerima laporan pipa-pipa air yang patah dan banyak benda yang berhamburan dari meja dan rak.”

Beberapa jalan di Pulau Selatan ditutup dan jaringan telepon putus. Gambar-gambar di akun media sosial masyarakat setempat menunjukkan jalan-jalan yang melengkung dan kaca yang terlempar dari bangunan. Bahkan tampak barang-barang yang terlempar dari etalase toko-tokok di kota itu.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 6,3 SR pada February 2011 menewaskan 185 orang dan menyebabkan kerusakan yang luas. Tremor juga dirasakan di hampir seluruh wilayah Selandia Baru. Beberapa orang dilaporkan terluka meskipun tak ada korban jiwa.

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…