Tim sukarelawan dari search and rescue (SAR) gabungan mengangkut jenazah warga Dusun Sembung RT 003/RW 006 Desa Canden Kecamatan Sambi Boyolali, Agus Supriyanto, 23, Senin (17/10/2016) di kawasan Waduk Cengklik. (Istimewa) Tim sukarelawan dari search and rescue (SAR) gabungan mengangkut jenazah warga Dusun Sembung RT 003/RW 006 Desa Canden Kecamatan Sambi Boyolali, Agus Supriyanto, 23, Senin (17/10/2016) di kawasan Waduk Cengklik. (Istimewa)
Senin, 17 Oktober 2016 17:40 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PENEMUAN MAYAT BOYOLALI
Hilang, Pemuda Epilepsi Ditemukan Tewas di Sungai

Penemuan mayat Boyolali, seorang pemuda pengidap epilepsi yang dilaporkan hilang ditemukan tak bernyawa di Kali Sembung.

Solopos.com, BOYOLALI — Seorang pemuda asal Dusun Sembung RT 003/RW 006, Desa Canden, Kecamatan Sambi, Boyolali, Agus Supriyanto, 23, ditemukan tewas di Kali Sembung tak jauh dari Waduk Cengklik, Senin (17/10/2016).

Pemuda pengidap epilepsi itu sebelumnya dilaporkan hilang sejak Minggu (16/10/2016) malam. Pemuda tersebut tewas diduga lantaran terpeleset saat memancing.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo, mengatakan jenazah Agus ditemukan sekitar pukul 08.10 WIB oleh tim sukarelawan gabungan.

Jenazah ditemukan di sisi barat laut Waduk Cengklik, persisnya di Sungai Sembung yang menjadi aliran waduk. “Tim sudah mencari sejak semalam. Lalu, hari ini 200-an sukarelawan diterjunkan ke lokasi untuk mencari korban dan alhamdulillah ketemu,” ujar dia saat ditemui Solopos.com selepas pencarian di lokasi.

Pria yang akrab disapa Yoyok ini mengatakan korban diduga terpeleset saat mancing, Minggu sore hari. Lantaran tak bisa berenang, korban tenggelam.

“Setelah diautopsi, tak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban langsung dikembalikan kepada keluarganya untuk dikebumikan,” paparnya.

Komandan Pos Search and Rescue (SAR) Surakarta, Amien Yachya, menambahkan ditemukannya korban tak lepas dari kesiapsiagaan sukarelawan dalam menyisir lokasi. Hanya berselang semalam, korban ditemukan.

“Luar biasa sekali kerja teman-teman. Korban bisa ditemukan dalam waktu singkat,” terangnya.

Amien menduga korban tak tertolong saat terpeleset ke sungai. Apalagi, saat kejadian sedang hujan deras. Menurut keterangan sejumlah sumber, korban memiliki riwayat sakit epilepsi.

Diduga saat terjatuh itulah, korban tak sadarkan diri dan tenggelam di sungai. “Ini peringatan juga bagi keluarga yang memiliki riwayat penyakit epilepsi agar menjaganya. Jangan dibiarkan sendirian saat di sungai. Ini berbahaya,” ujarnya.

Korban selama ini diketahui kerap memancing di kawasan Waduk Cengklik. Kadang ia bersama teman-temannya, namun terkadang sendirian.

Saat petaka maut itu terjadi, korban diduga sendirian. Tim SAR menerima laporan Minggu sekitar pukul 21.00 WIB dan langsung terjun ke lokasi. Esoknya, tim SAR menerjunkan lebih banyak lagi sukarelawan hingga mencapai 200-an orang.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…