Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Sabtu, 3 September 2016 01:40 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PEMBUNUHAN DI JALAN
Polda DIY Bentuk Tim Khusus

Kasus meninggalnya Iqbal mendapat perhatian khusus dari pimpinan Polda DIY.

Solopos.com, JOGJA – Polda DIY membentuk tim khusus untuk mengungkap tewasnya Iqbal. Kasus tersebut mendapat perhatian khusus dari Kapolda DIY Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat.

Septian Iqbal Dinaka Rofiki, 16, ditemukan luka parah di bagian kepala tergeletak di pinggir jalan kawasan Makam Gajah Jalan Miliran, Semaki Umbulharjo, Kota Jogja, Selasa (30/8/2016) pagi. Korban yang merupakan warga Bintaran, Mergangsan, Kota Jogja itu sempat dirawat di rumah sakit selama sehari kemudian menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (31/8) sore.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Anny Pudjiastuti menjelaskan, kasus meninggalnya Iqbal mendapat perhatian khusus dari pimpinan Polda DIY. Oleh karena itu Polda DIY telah membentuk tim khusus untuk mengungkap penyebab kematian korban. Tim yang berasa dari Ditreskrimum tersebut dikerahkan untuk membantu Polresta Jogja dalam mencari sisik melik atas kejadian tersebut.

“Kasus ini mendapat perhatian khusus dari Bapak Kapolda DIY, saat ini sudah dibentuk tim khusus untuk mengungkap,” terang Anny, Jumat (2/9).

Meski demikian, hingga kemarin belum ada perkembangan yang signifikan terkait kasus tersebut. Tim saat ini masih di lapangan untuk mencari keterangan sebanyak-banyaknya terutama mencari CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Sebelumnya, Kapolsek Umbulharjo AKP Yugi Bayu Hindarto menyatakan, petugas piket Polsek Umbulharjo menerima panggilan telepon dari warga lantaran melihat korban tergeletak di pinggir jalan. Saat dievakuasi petugas, korban masih sempat bisa berkomunikasi dan menyampaikan bahwa usai ditabrak.

Meski demikian, kepolisian masih menyelidiki adanya indikasi tindak kriminal lain. Mengingat tindak kekerasan jalanan di Kota Jogja terus terjadi. Terkait hal itu, Anny menegaskan, patroli pada malam hari akan terus digencarkan di wilayah Kota Jogja. Seluruh personel kepolisian diminta lebih memperketat durasi patroli agar benar-benar hadir di tengah masyarakat.

“Patroli tidak hanya dari kalangan berseragam
Namun juga petugas berpakaian preman terutama dari Satuan Reserse,” tegas dia.

Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…