Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo (tengah) menemani ronbongan Komisi VI DPR meninjau pembangunan Pasar Klewer, Solo, Jumat (2/9/2016). Komisi VI menuntut pembangunan Pasar Klewer selesai tepat waktu. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo (tengah) menemani ronbongan Komisi VI DPR meninjau pembangunan Pasar Klewer, Solo, Jumat (2/9/2016). Komisi VI menuntut pembangunan Pasar Klewer selesai tepat waktu. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Jumat, 2 September 2016 17:15 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

PEMBANGUNAN PASAR KLEWER
DPR Minta Pembangunan Harus Selesai Tepat Waktu

Pembangunan Pasar Klewer diminta Komisi VI harus selesai tepat waktu.

Solopos.com, SOLO–Komisi VI DPR meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus mengawasi pembangunan Pasar Klewer. Mereka menuntut pembangunan Pasar Klewer bisa rampung tepat waktu.

Ditemui wartawan di sela-sela meninjau pembangunan Pasar Klewer, Jumat (2/9/2016), anggota Komisi VI DPR, Aria Bima, mengatakan pembangunan Pasar Klewer harus selesai tepat waktu pada Desember mendatang. Dia menilai pengawasan langsung dari dinas terkait perlu terus dilakukan hingga Pasar Klewer benar-benar selesai sesuai target.

“Kami sudah sepakat Klewer harus selesai tepat waktu. Dukungan politik anggaran sudah. Tinggal pengembangan. Pengawasan langsung dari dinas harus terus dilakukan sampai finishingnya bangunan Pasar Klewer,” kata Aria Bima yang menjadi ketua rombongan Komisi VI dalam peninjauan tersebut.

Aria Bima mengatakan Komisi VI perlu meninjau pembangunan Pasar Klewer karena proyek tersebut memakan dana pusat hingga hampir Rp130 miliar dan masih ditambah Rp16 miliar dari dana APBD. Menurut dia, dengan dukungan dana tersebut pembangunan tahap pertama Pasar Klewer selesai sesuai rencana.

“Kali ini mengadakan kunjungan spesifik. Kunjungan khusus masih terkait pengawasan politik anggaran. Sejauh mana implementasi dari kurang lebih dana APBN Rp130 miliar mewujud di dalam bangunan fisik untuk Pasar Klewer yang itu merupakan bagian juga komitmen leading sektor Komisi VI untuk industri kecil menengan mikro,” jelas Aria Bima.

Aria Bima menyampaikan Pemkot juga telah mengajukan bantuan dana senilai Rp47 miliar untuk pembangunan Pasar Klewer tahap kedua atau menyasar Pasar Klewer sisi timur. Komisi VI siap mengupayakan perolehan dana tersebut untuk masuk tahun anggaran 2017 mendatang.

“Pembangunan tahap kedua itu akan masuk tahun 2017 atau paling lambat 2018. Ini yang harus diperjuangkan supaya dari Menteri Keuangan jangan ada pemotongan yang terlalu atraktif. Ini saya juga baru deg-degan dimintakan Pak Wali pembangunan RSUD Rp100 miliar, ya keduanya jangan sampai terpotong,” ujar Aria.

Komisi IV juga sepakat untuk memberikan tekanan politik kepada denyut UMKM, termasuk pedagang di Pasar Klewer terkait pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan angka Rp25 juta ke bawah tanpa angguna. Sedangkan di atas Rp25 juta dengan anggunan yang terukur dengan ativitas usahanya. Komisi VI berupaya melakukan pendekatan kepada bank-bank BUMN penyalur KUR.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, berkomitmen akan terus mengawasi pembangunan Pasar Klewer. Dia menargetkan, paling lambat Desember mendatang Pemkot sudah mulai membagi kunci kios kepada para pedagang. Syarat pedagang bisa menempati Pasar Klewer baru harus menunjukkan NPWP.

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…