Ilustrasi tawaf (JIBI/Solopos/Antara/Saptono) Ilustrasi tawaf (JIBI/Solopos/Antara/Saptono)
Rabu, 24 Agustus 2016 14:10 WIB JIBI/Solopos.com/Okezone Peristiwa Share :

Kuota Haji Indonesia Tahun Depan Naik 10.000?

Kemenag bakal mengajukan permintaan penambahan kuota haji.

Solopos.com, JAKARTA – Inspektur Jenderal Kementerian Agama, M Jasin, mengaku bakal mengusahakan tahun depan Indonesia akan mendapat tambahan 10.000 kuota haji yang diberikan Pemerintah Arab Saudi.

“Ya itu [10.000 ribu kuota haji] kemungkinan besar di tahun 2017. Karena selesainya pembangunan renovasi di Masjidil Haram, khususnya area tawaf, lingkaran untuk berputar itu kan sekarang jadi besar sekali” kata Jasin melansir Okezone, Rabu (24/8/2016).

Jasin mengatakan, sebelumnya Kementerian Agama memang sudah dijanjikan otoritas Arab Saudi akan mendapat 10 ribu kuota untuk calon jamaah haji di tahun ini. Namun, hal itu belum dapat terealisasikan lantaran proses pembangunan yang belum selesai.

“Karena pada waktu Arab menyampaikan ada tambahan 10 ribu itu, ternyata target untuk penyelesaian renovasi atau prasarana enggakselesai di tahun 2016. Baru selesai di tahun 2017. Saat sekarang pun sebenarnya sudah hampir finish 90 persen. Nah sehingga kita optimis di tahun 2017 ini ada penambahan,” tuturnya.

Saat disinggung soal kemungkinan Pemerintah Indonesia memintah kuota haji dari negara lain, Jasin mengiyakan. Namun, ia menilai bahwa kuota negara lain sebenarnya tidak terlalu besar, terkecuali meminta kepada Pemerintah Arab Saudi.

“Ya kemungkinan itu kan bisa saja, tapi harus dilakukan bilateral negotiation, itu wilayahnya Kementerian Luar Negeri. Tapi kalau melihat potensi dari kuota yang ada di luar negeri, itu sebenarnya tidak besar-besar amat. Kaya di Filipina, itu kuotanya hanya 1.600, jadi 177 orang itu merupakan pengguna bagian Filipina yang 1.600 itu,” tuturnya.

 

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…