Calon penumpang KA Pramex mengantre tiket di Stasiun Solo Balapan, Minggu (3/7/2016). Selama libur Lebaran antusias warga untuk menggunakan kereta api menuju Yogyakarta cukup tinggi. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Calon penumpang KA Pramex mengantre tiket di Stasiun Solo Balapan, Minggu (3/7/2016). Selama libur Lebaran antusias warga untuk menggunakan kereta api menuju Yogyakarta cukup tinggi. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Jumat, 12 Agustus 2016 17:15 WIB Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

TRANSPORTASI KERETA
Tiket Promo Habis, Calon Penumpang Kecewa

Transportasi kereta, sejumlah calon penumpang kecewa setelah tiket promo merdeka habis.

Solopos.com, SOLO–Tiket kereta api Promo Merdeka langsung ludes diserbu masyarakat di hari pertama dibuka. Tak ayal hal tersebut membuat banyak calon penumpang yang kecewa.

Salah satu calon pembeli tiket promo, Surya Dwi Hasanah, 28, mengaku ingin membeli tiket promo untuk menuju ke Jakarta pada Kamis (11/8/2016) sekitar pukul 15.30 WIB. Namun saat ingin memesan tiket promo melalui aplikasi online semua tiket ludes terjual, baik untuk kereta kelas eksekutif, bisnis maupun ekonomi.

“Saya ingin memesan tiket ke Jakarta untuk liburan mumpung ada promo tiket murah. Namun saat ingin pesan, semua tiket promo sudah ludes terjual,” ujar Surya saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (12/8/2016).

Dia mengatakan semua tiket promo yang berasal dari Solo menuju ke Jakarta ludes terjual tapi untuk arah sebaliknya atau rute yang menuju ke Solo, tiket yang ditawarkan masih cukup banyak. Mengaku kecewa karena tidak kebagian tiket promo, Surya pun akhirnya mengurungkan niatnya untuk pergi ke Ibu Kota.

Sementara itu, Corporate Communication Manager PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan peminat tiket promo ini sangat tinggi. Apalagi harga yang ditawarkan terpaut jauh, seperti kereta api kelas eksekutif dari biasanya Rp350.000 hanya dijual dengan harga Rp17.000. Oleh karena itu, tidak heran tiket ini selalu cepat habis setelah penjualan tiket dibuka.

Selain itu, jumlah kursi yang ditawarkan juga tidak terlalu banyak, yakni hanya 71 kursi/rangkaian dan selama persediaan masih ada. Dia mengatakan biasanya yang membeli tiket tersebut adalah penumpang yang sering melakukan perjalanan menggunakan kereta api. Hal ini karena biasanya mereka sudah hafal akan ada promo tiket saat perayaan hari besar.

“Petugas loket biasanya selalu menawarkan tiket promo selama kursi masih ada tapi biasanya calon penumpang yang selalu bilang ke petugas loket kalau ingin membeli tiket selalu meminta yang paling murah,” ungkap Eko saat dihubungi Solopos.com.

Oleh karena itu, dia mengatakan yang memanfaatkan tiket promo ini biasanya adalah yang sering bepergian dengan kereta, bukan pelancong. Karakter pembelian tiket promo ini biasanya dilakukan di loket, jarang yang memanfaatkan channel external.

“Promo tiket biasanya tidak berpengaruh banyak terhadap load factor karena promo biasanya diberikan saat hari libur yang notebane penumpang KA tinggi,” kata dia.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…