Calon haji asal Kabupaten Pekalongan diminta membuka kopernya oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Donohudan, Rabu (10/8/2016). Panitia meminta agar uang di dalam koper diambil karena rentan hilang. (Aries Susanto/JIBI/Solopos) Calon haji asal Kabupaten Pekalongan diminta membuka kopernya oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Donohudan, Rabu (10/8/2016). Panitia meminta agar uang di dalam koper diambil karena rentan hilang. (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Rabu, 10 Agustus 2016 23:40 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

HAJI 2016
13 Koper Berisi Uang Puluhan Juta Dibongkar

Haji 2016, PPIH membongkar belasan koper jemaah calon haji yang berisi uang.

Solopos.com, BOYOLALI–Belasan koper milik jemaah calon haji terpaksa dibongkar Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Donohudan. Pasalnya, di dalam koper tersebut ditemukan uang belasan hingga puluhan juta rupiah.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di gudang, Rabu (10/8/2016), petugas PPIH meminta sejumlah calon haji asal Kabuputen Pekalongan untuk datang ke gudang dan membuka koper mereka. Panitia mengaku melihat adanya uang puluhan juta di dalam koper tersebut melalui mesin deteksi sinar X.

Calon haji tersebut lantas diminta untuk segera mengambil kembali uangnya. Sebab, jika uang berada di dalam koper dikhawatirkan hilang atau menjadi korban kejahatan lainnya. “Ini demi keamanan calon haji juga. Intinya, barang-barang berharga, seperti emas, uang, paspor, dilarang disimpan di dalam koper,” ujar Kasi Kasi Gelang dan Koper PPIH, Guritno Supadno, kepada Solopos.com di sela-sela pemeriksaan koper.

Guritno mengatakan hingga Kloter 5 saat ini, PPIH sudah menemukan 13 koper yang berisi uang. Rata-rata uang disimpan disimpan di dalam koper dalam jumlah cukup besar. “Antara belasan juta hingga Rp20 jutaan,” tambahnya.

Ketua rombongan Kloter 5, Sujud, mengaku sudah menyampaikan sosialisasi terkait larangan menyimpan uang di dalam koper kepada anggotanya. Namun, diakuinya, masih ada satu dua orang yang lupa atau mengabaikannya. Meski demikian, ia memastikan bahwa penyimpanan uang di dalam koper itu tak ada maksud jahat. “Ini bukan uang titipan dari orang-orang tertentu. Ini uang sendiri calon haji untuk saku di Makkah,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu calon haji yang membawa uang di dalam koper, Ny. Amaro, mengaku uang di dalam kopernya adalah titipan anak-anaknya. Uang tersebut, kata calon haji asal Kabupaten Pekalongan itu, akan digunakan untuk membeli oleh-oleh di Tanah Suci Makkah. “Saudara dan anak-anak kan banyak, ini uang buat beli oleh-oleh di Makkah,” kata dia.

Kasubag Humas PPIH, Agus Widakdo, mengingatkan agar calon haji menjaga keamanan barang-barang berharganya selama di Makkah. Agus menambahkan calon haji sudah mendapatkan uang saku dari simpanannya sendiri senilai 1.500 riyal atau sekitar Rp5,5 juta. Uang tersebut akan diberikan oleh PPIH kepada jemaah calon haji begitu tiba di Penginapan Asrama Haji.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…