Warga melompati pagar pembatas jalan raya untuk berfoto di kawasan taman tugu selamat datang perbatasan Gunungkidul dengan Bantul di Kecamatan Patuk, Selasa (5/7/2016). (Galih Eko Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Warga melompati pagar pembatas jalan raya untuk berfoto di kawasan taman tugu selamat datang perbatasan Gunungkidul dengan Bantul di Kecamatan Patuk, Selasa (5/7/2016). (Galih Eko Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 1 Agustus 2016 08:20 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

FASILITAS PUBLIK
Taman Kota Ditata, Kesan Miring Dihilangkan

Fasilitas publik berupa Taman Kota terus ditambah

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Fasilitas publik di Gunungkidul berupa Taman Kota akan dipercantik dengan menambah fasilitas baru. Upaya penataan ini, bukan hal yang baru karena beberapa program telah dijalankan seperti pembangunan beberapa gapura di wilayah perbatasan atau pembuatan ikon tulisan Gunungkidul dan air mancur di perbatasan Patuk.

Kepala Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan (Kapedal) Gunungkidul Irawan Jatmiko tidak menampik, jika taman kota ada image jadi lokasi rawan mesum. Keberadaan lampu remang-remang disinyalir menjadi salah satu penyebab adanya kesan negative dari fasilitas publik ini. Dia menjelaskan selain menghilangkan kesan miring, keberadaannya juga akan dilengkapi beberapa fasilitas tambahan, seperti area bermain skateboard, tambahan gazebo untuk tempat baca yang dapat diintegrasikan dengan fasilitas yang dimiliki Kantor Pengelolaan Arsip Daerah (KPAD).

Menurut Irawan, penambahan fasilitas ini merupakan langkah yang baik, misalnya untuk arena skateboard, selama ini komunitas tersebut belum memiliki tempat khusus sehingga menjalankan aksinya di pinggir jalanan yang sangat rawan kecelakaan.

“Kita juga akan menambah spot lampu penerangan sehingga kesan remang-remang bisa dihilangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Gunungkidul Ari Siswanto menyambut baik upaya penataan taman kita yang dilakukan oleh pemkab. Ia pun berharap dengan program itu maka kesan negatif yang selama ini melekat bisa dihilangkan.

Disinggung mengenai keberadaan taman baca, Politikus PKS ini mengungkapkan agar konsep perpustakaan di taman kota harus dilakukan kajian yang mendalam. Secara prinsip, ia tidak keberatan dan mendukung adanya fasilitas itu yang dibuktikan dengan dibangunnya gazebo-gazebo taman baca untuk menambah kesan yang positif. “Masalahnya ini harus benar-benar dilaksanakan dan bukan sebatas wacana. Untuk itu, kami siap mengawalnya,” katanya.

Kepala Polres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi berharap agar tempat-tempat umum seperti area taman kota dilengkapi dengan CCTV yang bisa terintergrasi dengan sistem di polres. Dengan fasilitas ini, ia berharap agar pemantauan kemanan bisa lebih sistematis dan upaya pencegahan tindak kriminalitas bisa dimaksimalkan. “Saya sangat berharap dan untuk mewujudkan hal itu, kami siap melakukan koordinasi dengan instansi terkait,” kata Nugrah.

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…