Ilustrasi orang tenggelam (Medicalnewstoday.com) Ilustrasi orang tenggelam (Medicalnewstoday.com)
Sabtu, 30 Juli 2016 18:38 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

WARGA TENGGELAM SUKOHARJO
Berniat Bermain di Sungai, Siswa SD di Gupit Tewas di Aliran Bengawan Solo

Warga tenggelam Sukoharjo menimpa seorang siswa SD di Gupit.

Solopos.com, SUKOHARJO–Niat bermain di aliran Dam Colo, Desa Gupit, Kecamatan Nguter,  Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (30/7/2016), berakhir duka. Seorang pelajar salah satu sekolah dasar di Gupit bernama Joko Prasetyo, 7, kalap dan hanyut di aliran Sungai Bengawan Solo.
Warga Dukuh Ngrombot RT 004/RW 006 ditemukan tak jauh dari lokasi terjatuhnya korban.

Informasi yang dihimpun Espos, peristiwa kecelakaan air itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Diduga korban seusai pulang sekolah dan bersama dua rekannya bermain di pinggir aliran sungai dekat rumahnya. Lokasi bermain tiga pelajar berada di Dukuh Ngrombot RT 002/RW 005, Desa Gupit, Nguter. Awalnya tiga anak yakni korban bersama dua temannya yakni Bahrul Alatif, 6,5, warga Dukuh Tawang Badran, Gupit, Nguter dan Farel 6,5, warga Dukuh/Desa Gupit, Nguter bermain di pinggir Sungai Bengawan Solo Colo Timur. Tiba-tiba korban ingin turun ke sungai dengan cara memegang paralon saat turun ke sungai

Diduga kondisi paralon licin yang menyebabkan korban terjatuh dan tenggelam. Kasubbag Humas Polres Sukoharjo, AKP Joko Sugiyanto mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Ruminio Ardano saat mengonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. “Kejadian sekitar pukul 13.00 WIB. Tiga pelajar bermain di pinggir Sungai Bengawan solo Colo Timur tetapi korban bermaksud turun untuk bermain ke sungai. Saat turun korban berpegangan pipa paralon tetapi terjatuh dan tenggelam,” katanya.

Dijelaskannya, warga sekitar bergegas berkerumun di sekitar lokasi dan berusaha melakukan pencarian. “Korban diketemukan sudak tidak bernyawa. Hasil pemeriksaan dr Supardali dari Puskesmas Nguter dinyatakan tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Jenazah korban kemudian diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.”

Mantan Kapolsek Nguter ini meminta orang tua memperketat pengawasan pada anaknya, utamanya lokasi bermain. “Komunikasi orang tua dengan anak diperlukan. Jika lokasi bermain anak dinilai membahayakan disarankan berpindah. Apalagi cuaca saat ini tidak menentu,” katanya.

Kolom

GAGASAN
Tantangan Guru pada Era Digital

Gagasan ini dipublikasikan Harian Solopos edisi Sabtu (25/11/2017). Esai ini karya Novy Eko Permono, alumnus Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah novyekop@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Krisis multidimensional yang dihadapi bangsa Indonesia semakin pelik mana kala arus…