Soloraya
Kamis, 14 Juli 2016 - 18:15 WIB

PERNIKAHAN SEJENIS BOYOLALI : Suwarti Jual Rumah Rp150 Juta Untuk Biaya Pernikahan

Redaksi Solopos.com  /  Ahmad Mufid Aryono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Suwarti, 40, warga Ngablak RT 014/RW 003, Desa Tanjung, Kecamatan Klego, Boyolali, diperiksa aparat Polres Boyolali karena kasus penipuan dan pemalsuan surat identitas yang digunakan untuk menikahi sesama wanita. (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)

Pernikahan sejenis Boyolali, Suwarti diketahaui telah menjual rumah senilai Rp150 juta untuk biaya pernikahan.

Solopos.com, BOYOLALI–Pelaku penipuan dan pemalsuan dokumen nikah, Suwarti diketahui telah menjual rumah senilai Rp150 juta untuk biaya pernikahan. Sejumlah sumber Solopos.com menuturkan, uang itu dibuat untuk biaya pernikahan, mulai mengisi formulir N1-N4, memalsukan dokumen, hingga membayari tamu pengiringnya dari Sukoharjo yang sebenarnya bukan keluarganya. “Jadi itu tamu pengiring bayaran. Para tamu itu dibayari untuk menjadi saksi pernikahan Suwarti dengan istrinya,” ujar sumber Solopos.com, Kamis (14/7/2016).

Advertisement

Sebelumnya, Suwarti, 40, warga Ngablak RT 014/003, Desa Tanjung, Kecamatan Klego, Boyolali, harus berurusan dengan aparat kepolisian karena diduga telah melakukan penipuan dan atau pemalsuan surat identitas yang digunakan untuk menikahi sesama wanita. Dia mengubah gender perempuan menjadi laki-laki untuk menikahi seorang perempuan.

Suwarti mengganti namanya menjadi Efendi Saputra dan menikahi Heniyati, 25, warga Pengkol RT 005/RW 004, Pengkol, Kecamatan Karanggede, Boyolali.

Setelah menikah, Heniyati menaruh curiga terhadap “suaminya” tersebut. Setelah itu pelapor dan keluarganya berusaha mencari keterangan mengenai identitas asli terlapor tersebut dan ternyata benar diperoleh keterangan bahwa terlapor adalah seorang perempuan yang telah memalsukan identitasnya sebagai laki-laki. Korban melapor ke Polres Boyolali, Rabu (13/7/2016).

Advertisement

“Pelaku telah memalsukan seluruh dokumen pengajuan nikah dan keluarga bayaran untuk datang saat pernikahan,” kata Kapolres Boyolali, AKBP Agung Suyono, melalui Kasatreskrim AKP Muhamad Kariri, Kamis (14/7/2016).

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif