Ilustrasi pasien ISPA (Ilustrasi/Solopos/doc) Ilustrasi pasien (Ilustrasi/Solopos/doc)
Rabu, 13 Juli 2016 23:30 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

KESEHATAN WARGA BOYOLALI
Pasien Puskesmas Sambi Melonjak, Ini Penyebabnya

Kesehatan warga Boyolali, jumlah pasien Puskesmas Sambi melonjak sekitar 20%.

Solopos.com, BOYOLALI–Jumlah pasien di Puskemas Sambi, Boyolali, meningkat sekitar 20% pasca Lebaran. Banyaknya mengonsumsi makanan dan minuman instan saat Lebaran menjadi salah satu pemicunya.

Kepala Puskemas Sambi 1, dr. Sri Maryani, mengatakan rata-rata jumlah pasien di Puskemas Sambi setiap harinya 80-an orang. Namun, sehari setelah Lebaran jumlah pasien meningkat 10%-20%, mulai dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Rata-rata penyakit pasien ialah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). “Keluhannya paling banyak batuk, pilek,” ujarnya saat berbincang dengan Solopos.com di ruang kerjanya, Rabu (13/7/2016).

Menurut Maryani, gejala penyakit ISPA biasa terjadi pasca Lebaran. Pertama, kata dia,  saat Lebaran banyak beredar makanan dan minuman instan yang secara higienis masih diragukan.

“Makanan dan minuman instan kan rata-rata memakai obat pengawet, pewarna, dan pemanis yang tak disarankan bagi kesehatan. Ini menjadi pemicu penyakit,” jelasnya.

Penyebab kedua, terjadinya penularan secara masif karena sanak saudara dan teman bertemu dalam suasana Lebaran. Padahal, tidak semua saudara atau teman memiliki kekebalan tubuh yang sama.

“Ketika bertemu, tidur bersama, dan kumpul-kumpul keluarga itulah, penyakit dengan mudahnya menular,” terangnya.

Penyebab ketiga ialah tingginya aktivitas dan mobilitas warga selama Lebaran membuat tubuh lelah. Dari sanalah, kesehatan tubuh mudah sekali jatuh dan mudah terserang penyakit. “Ketika tubuh lelah, lupa tidur, akhirnya kesehatan drop. Nah, sakit datang,” paparnya.

Khusus anak-anak, lanjutnya, penyakit ISPA akan sangat mudah menyerang dan membuat berat badan turun dratis. Apalagi anak-anak sangat menggemari jajan dan minuman instan yang banyak mengandung pengawet. “Kalau sudah batuk, pilek, biasanya anak susah makan. Lalu tubuh lemas dan berat badan turun,” jelasnya.

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…