Calon penumpang bus di peron Terminal Tirtonadi, Solo, Rabu (22/7/2015). (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos) Calon penumpang bus di peron Terminal Tirtonadi, Solo, Rabu (22/7/2015). (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Rabu, 29 Juni 2016 21:40 WIB Mahardini Nur Afifah/JIBI/Solopos Solo Share :

INFO MUDIK 2016
Lonjakan Penumpang Bus dan KA di Solo Mulai Terasa

Info mudik 2016, memasuki H-7 Lebaran jumlah penumpang bus dan KA yang turun di Solo mulai terasa.

Solopos.com, SOLO–Memasuki H-7 sebelum Idul Fitri 1437 Hijriah, lonjakan penumpang bus di Terminal Tirtonadi dan kereta api di Stasiun Solo Balapan mulai terasa, Rabu (29/6/2016). Sementara itu, pemudik dengan kendaraan pribadi belum mengalami lonjakan signifikan.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, jumlah penumpang yang datang dan berangkat dari Terminal Tirtonadi pada H-8 atau sehari menjelang H-7, Selasa (28/6/2016), tercatat naik 2% atau 200 orang dari jumlah penumpang reguler sebanyak 10.000 orang.

Pada Selasa atau H-8, jumlah penumpang di Stasiun Solo Balapan tercacat sebanyak 4.427 orang. Sedangkan pada H-7, sebanyak empat kereta eksekutif tambahan yang membawa penumpang dari Jakarta dan Bandung tiba di Stasiun Solo Balapan, Rabu.

Kepala UPTD Terminal Tirtonadi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Eko Agus Susanto, mengatakan jumlah penumpang di tempatnya mulai naik tipis pada H-8. “Ada kenaikan sedikit [2%] dibandingkan hari biasanya. Kebanyakan pemudik yang mau pulang ke Jawa Timur. Yang dari arah barat belum banyak,” terangnya saat ditemui Solopos.com di kantornya, Rabu siang.

Dia menjelaskan waktu tempuh perjalanan pemudik dengan bus dari Jabodetabek saat ini masih dalam taraf normal. “Biasanya bus masuk sini jam 04.00 WIB. Tapi pagi ini pukul 05.30 WIB. Rata-rata 14 jam-15 jam perjalanan. Masih normal,” bebernya.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2016, Eko menjelaskan pihaknya memantau ketat kesiapan bus berikut sopirnya. Sebanyak 51 bus menjalani pemeriksaan teknis dan kelengkapan administrasi. Sedangkan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah membantu memeriksa kondisi kesehatan sopir.

“Kami masih melaksanakan rampcheck. Sebagian tidak kami perbolehkan jalan karena kaca depan retak dan tidak ada speedometer. Tadi petugas kesehatan juga mendapati sopir yang tensi dan kolesterolnya tinggi. Rekomendasi dari dokter, juga tidak boleh jalan. Aspek keselamatan ini kami pantau betul supaya ke depan bisa mewujudkan harapan Menhub zero accident,” katanya.

Ditemui terpisah di kantornya, Kepala Stasiun Solo Balapan, Budi Santoso, menjelaskan peningkatan volume penumpang pada masa angkutan Lebaran 2016 di Stasiun Solo Balapan mulai terasa Senin (27/6/2016) atau H-9 Lebaran. Jumlah penumpang yang biasanya mencapai 3.000 orang, naik menjadi 4.907 penumpang.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…