Beberapa warga melihat kondisi arus sungai dari jembatan sesek atau bambu di Desa Lengking, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo yang menghanyutkan Siskawati, 23, warga Dukuh Kluweh, Desa Lengking, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (16/6/2016). (JIBI/Solopos/Istimewa) Beberapa warga melihat kondisi arus sungai dari jembatan sesek atau bambu di Desa Lengking, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo yang menghanyutkan Siskawati, 23, warga Dukuh Kluweh, Desa Lengking, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (16/6/2016). (JIBI/Solopos/Istimewa)
Jumat, 17 Juni 2016 14:54 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

WARGA TENGGELAM SUKOHARJO
Guru Les Ditemukan Tewas Terbawa Arus Sejauh 500 Meter

Warga tenggelam Sukoharjo ditemukan tewas terseret arus sejauh sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

Solopos.com, SUKOHARJO–Seorang guru les, Siskawati alias ika, 23, warga Dukuh Kluwih RT 001/RW 004, Desa Lengking, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (17/6/2016) sekitar pukul 01.30 WIB ditemukan tewas oleh anggota tim SAR dan warga sekitar. Jasad korban tersangkut disemak-semak pinggir aliran Sungai Bengawan Solo di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo atau berjarak 500 meter dari lokasi jatuhnya korban.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Jumat, korban hanyut setelah terpeleset dari Jembatan Sesek atau Bambu. Jembatan Sesek biasa digunakan warga Desa Lengking jika ingin pergi ke Desa Tanjung, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. “Korban pada waktu itu bermaksud menyeberang melalui Jembatan Sesek dengan naik sepeda motor. Saat itu kondisi cuaca gerimis diduga korban terpeleset sewaktu mengendari motor tersebut,” ujar Basuki alias Uki, warga Bulu.

Dikatakannya jembatan tersebut sudah biasa digunakan warga untuk menyeberang sungai menuju Kecamatan Nguter atau sebaliknya warga Nguter ke Kecamatan Bulu. Korban sempat meminta tolong kepada warga yang berada di jembatan dan sekitarnya namun tidak ada yang berani memberikan pertolongan. Sebagian warga menghubungi perangkat desa dan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Bulu dan SAR Sukoharjo.

Kapolsek Bulu, AKP Agus Setiyono mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Ruminio Ardano saat dihubungi Solopos.com membenarkan peristiwa tersebut. “Sepeda motor korban tersangkut di Jembatan Sesek sedangkan penumpangnya tercebur ke sungai. Peristiwa kecelakaan air terjadi Kamis sekitar pukul 16.30 WIB. Tadi pagi (Jumat) korban sudah ditemukan sekitar pukul 01.30 WIB. Korban hanyut sejauh 500 meter dari lokasi terjatuh,” katanya.

Diceritakannya, saat itu korban mengendarai sepeda motor Honda Supra berpelat nomor AD 5191 EB. Korban berusaha menyeberang sungai melalui Jembatan Sesek dari arah Nguter menuju Bulu. Diduga korban akan pulang ke rumah di Dukuh Kluweh, Desa Lengking, Kecamatan Bulu. “Setelah korban melaju hingga seperempat perjalanan tiba-tiba korban mengerem sehingga roda sepeda motor terpeleset dan menyebabkan korban tercebur ke sungai.”

Korban sempat meminta tolong kepada saksi Riko Januari, seorang pelajar yang kebetulan berada di sekitar jembatan. Namun, ujarnya, saksi Riko tak berani memberikan pertolongan sehingga korban hanyut terbawa arus. “Proses pencarian dilakukan oleh tim SAR Sukoharjo,” jelasnya.

Kasubbag Humas Polres Sukoharjo, AKP Joko Sugiyanto menambahkan korban tewas murni kecelakaan air. “Jasad korban ditemukan di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari atau berjarak 500 meter, Jumat sekitar pukul 01.30 WIB. Evakuasi jasad korban dilakukan anggota tim SAR dan hasil pemeriksaan medis tak ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan. Korban sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” katanya.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…