Pialaeropa
Senin, 13 Juni 2016 - 23:30 WIB

PIALA EROPA 2016 : Inggris-Rusia Terancam Didiskualifikasi Gara-Gara Suporter Bentrok

Redaksi Solopos.com  /  Ahmad Baihaqi  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Suporter Rusia bentrok dengan suporter Inggris saat Piala Eropa 2016. (Telegraph.co.uk)

Piala Eropa 2016 diwarnai dengan bentrok antara suporter Rusia dengan Inggris.

Solopos.com, PARIS – Suporter Inggris dan Rusia terlibat bentrok saat kedua tim bersua di partai pembuka Grup B Piala Eropa 2016, Minggu (12/6/2016) dini hari WIB. UEFA pun memberi peringatan tegas kepada Inggris dan Rusia.

Advertisement

Bentrok antara suporter Rusia dan Inggris sudah terjadi sejak beberapa jam sebelum pertandingan dimulai. Bentrokan itu menyebabkan beberapa bar dan toko di Marseille, tempat berlangsungnya pertandingan, mengalami kerusakan.

Bentrok pun berlanjut setelah pertandingan Inggris kontra Rusia di di Stade Velodrome usai. Tak lama setelah laga yang berakhir dengan skor 1-1 itu selesai, ratusan suporter Rusia menyeberangi pembatas tribune untuk mendatangi suporter Inggris.

Beberapa suporter Inggris memilih menghindar dengan memanjat pagar pembatas untuk menghindari terjadinya bentrokan. Sementara suporter Rusia melemparkan berbagai benda ke arah suporter Inggris.

Advertisement

UEFA pun mengusut kejadian itu dan telah berbicara dengan kubu Rusia. UEFA pun tak segan memberikan hukuman berat jika kejadian itu terulang lagi. Tak tanggung-tanggung Rusia dan Inggris bakal didiskualifikasi dari Piala Eropa 2016.

“Komite Eksekutif UEFA telah memperingatkan kedua asosiasi, terlepas dari setiap keputusan yang diambil oleh badan disiplin independen terkait kejadian di dalam stadion, bahwa kami tidak ragu untuk menjatuhkan sanksi tambahan kepada Football Association (FA) dan Russian Football Union (RFU), termasuk potensi diskualifikasi untuk tim mereka masing-masing dari turnamen jika kekerasan semacam itu terjadi lagi,” demikian pernyataan UEFA yang dilansir Soccerway, Senin (13/6/2016).

“Kami mendesak FA dan RFU untuk menyerukan kepada suporter mereka agar berperilaku secara bertanggung jawab dan penuh hormat. Kami juga ingin menyuarakan dukungan kami kepada otoritas Prancis dan petugas keamanan untuk upaya mereka menciptakan turnamen yang aman dalam situasi yang menantang.”

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif