Pedagang dan masyarakat sekitar Pasar Tanggul, Kampungsewu, Jebres, Solo menggunakan travelator seusai peresmian pasar oleh Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, Senin (1/6/2015). (JIBI/Solopos/ Sunaryo Haryo Bayu/dok) Pedagang dan masyarakat sekitar Pasar Tanggul, Kampungsewu, Jebres, Solo menggunakan travelator seusai peresmian pasar oleh Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, Senin (1/6/2015). (JIBI/Solopos/ Sunaryo Haryo Bayu/dok)
Jumat, 10 Juni 2016 19:48 WIB Ayu Abriyani K.P/JIBI/Solopos Solo Share :

PASAR TRADISIONAL SOLO
Pasar Tanggul Diusulkan Jadi Pasar Ber-SNI

Pasar tradisional Solo, Pasar Tanggul harus memenuhi 43 item sertifikat SNI

Solopos.com, SOLO–Pasar Rakyat Tanggul yang ada di Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres akan diusulkan memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Dinas Pengelola Pasar (DPP) Solo akan mengusulkannya ke Kementerian Perdagangan.

Menurut Kepala DPP Solo, Subagiyo, Pasar Rakyat Tanggul diusulkan memiliki sertifikat SNI karena fasilitas umumnya dinilai lengkap. Sebab, pengusulan sertifikat SNI itu ada 43 item untuk kelengkapannya yakni sehat, aman, dan nyaman.

Ia menjelaskan fasilitas umum di pasar itu cukup lengkap. Seperti ada ruang menyusui, ruang khusus merokok, ruang kesehatan, dan musala. Selain itu, pencahayaan cukup, drainase yang baik, travelator yang ramah difabel, zonasi pedagang, dan sejumlah sarana dan prasarana lainnya.

“Tahun ini pasar itu kami diajukan dalam Lomba Kompetensi Pasar se Jawa Tengah. Jadi, pengajuan SNI itu rencananya setelah pengumuman pemenang lomba pasar pada 15 Agustus. Setidaknya, kami sudah mengantongi prestasi untuk Pasar Rakyat Tanggul,” katanya saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Jumat (10/6/2016).

Subagiyo menyatakan setelah memiliki sertifikat SNI, pasar itu bisa menjadi rujukan nasional sehingga ada perhatian dan pembinaan dari pemerintah pusat. Ia juga menyatakan pasar itu akan menjadi percontohan untuk pembangunan pasar ke depan.

“Nantinya, Pasar Rakyat Tanggul akan menjadi percontohan revitalisasi pasar di Solo. Untuk pasar lainnya, kami akan mengusulkan renovasi dengan contoh Pasar Rakyat Tanggul,” ujarnya. Bagyo menyatakan konsep renovasi pasar di Solo berbeda-beda karena disesuaikan dengan kondisi pasar dan pedagang. Dari beberapa kali melakukan revitalisasi pasar, Bagyo menilai Pasar Rakyat Tanggul yang fasilitasnya paling lengkap.

Sementara itu, Lurah Pasar Rakyat Tanggul, Dwi Prasetya Wibawa, mengatakan telah mendengar ada rencana pengajuan SNI untuk pasar tersebut. Ia berharap adanya SNI bisa meningkatkan jumlah pengunjung pasar sehingga masyarakat kembali mencintai pasar tradisional.

Kolom

GAGASAN
Guru Honorer

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/2/2018). Esai ini karya Roko Patria Jati, dosen di Institut Agama Islam Negeri Salatiga. E-mail penulis adalah bee.ascholar@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tragedi yang mencoreng dunia pendidikan Indonesia muncul lagi bak serial drama televisi yang terus…