Jatim
Jumat, 3 Juni 2016 - 15:05 WIB

WISATA MAGETAN : Hujan, 5 Titik Tebing Menuju Telaga Sarangan Longsor

Redaksi Solopos.com  /  Rohmah Ermawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Kepadatan arus lalu lintas di jalur menuju Telaga Sarangan, Magetan pada masa liburan. (JIBI/Solopos/Antara/Siswosidodo)

Wisata Magetan yakni Telaga Sarangan diliputi ancaman longsor di jalur masuknya.

Madiunpos.com, MAGETAN – Curah hujan tinggi beberapa hari terakhir menyebabkan sedikitnya lima titik lokasi tebing di sepanjang jalur menuju tempat wisata Telaga Sarangan dan Cemoro Sewu, di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, longsor.

Advertisement

Kondisi itu dinilai membahayakan para pengguna jalan yang melintas di jalur alternatif penghubung Provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah tersebut.

“Kondisi tanah yang labil membuat tebing di lokasi tersebut rawan longsor saat curah hujan tinggi,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan, Agung Lewis, Kamis (2/6/2016).

Terlebih, tambah dia, tebing tersebut merupakan bekas pembongkaran lahan saat pembangunan jalan tembus yang menghubungkan Sarangan dengan Tawangmangu, beberapa tahun lalu.

Advertisement

Meski demikian, Agung menyebut longsor yang terjadi tergolong kecil sehingga tidak sampai fatal mengganggu arus lalu lintas di jalur alternatif penghubung Jatim-Jateng tersebut.

Lebih lanjut, BPBD tetap meminta para pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut untuk berhati-hati khususnya saat curah hujan sedang tinggi, karena sangat rawan longsor.

Pihaknya juga telah memasang rambu-rambu lalu lintas yang menyatakan bahwa kawasan tersebut rawan longsor.

Advertisement

BPBD Magetan bersama pihak terkait lainnya, seperti Polres Magetan, Kodim Magetan, dan lainnya terus melakukan pemantauan di kawasan rawan longsor tersebut.

Agung menambahkan secara umum terdapat tiga daerah yang rawan longsor di wilayah Kabupaten Magetan. Di antaranya wilayah Kecamatan Plaosan, Poncol, dan Sidorejo.

Ia menguraikan dari sejumlah wilayah tersebut, Kecamatan Poncol menjadi daerah yang paling rawan longsor. Hal itu karena hampir semua desa di kecamatan tersebut terdapat titik longsor yang berdekatan dengan permukiman warga.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif