Petugas PLN Rayon Surakarta memperbaiki kabel yang rusak setelah mengenai seorang pekerja bangunan dan tewas kesetrum lisrik di Kedunglumbu, Pasar Kliwon, Senin (30/5/2016). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos) Petugas PLN Rayon Surakarta memperbaiki kabel yang rusak setelah mengenai seorang pekerja bangunan dan tewas kesetrum lisrik di Kedunglumbu, Pasar Kliwon, Senin (30/5/2016). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)
Senin, 30 Mei 2016 21:25 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

KECELAKAAN KERJA SOLO
Benahi Rumah Dosen UNS, Pekerja Asal Sragen Tewas Tersetrum

Kecelakaan kerja menimpa seorang pekerja asal Sragen di rumah milik dosen FK UNS.

Solopos.com, SOLO–Seorang tukang bangunan Sukur, 30, warga Desa Japoh, Jenar, Sragen, meninggal dunia setelah tersengat listrik, Senin (30/5/2016). Korban tewas tersengat listrik saat sedang merenovasi rumah milik Prof. Dr. dr. Muchsin Doewes, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) yang berlokasi di Jl. Yosodipuran, RT 002 /RW 002 Kelurahan Kedunglumbu, Pasar Kliwon.

Informasi dihimpun Solopos.com, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB bermula ketika korban sedang memperbaiki atap rumah di lantai II. Secara tidak sengaja tangan korban mengenai kabel listrik bertegangan tinggi yang berjarak hanya 30 sentimeter dari atap rumah.

Tubuh korban langsung terpental menyangkut genteng sebelum akhirnya terjatuh dari lantai II setinggi 3 meter. Korban langsung dilarikan ke RS Kustati. Pada saat perjalanan ke rumah sakit korban meninggal dunia.

Teman korban, Wagino, mengatakan sebelum bekerja memperbaiki atap rumah di lantai II, sudah diperingatkan agar mengerjakan bangunan di lantai dasar dulu. Namun, korban tidak mengiraukannya hingga akhirnya tewas kesetrum.

“Alasan korban memperbaiki bagian atap rumah terlebih dulu karena jika dikerjakan saat puasa cuacanya panas. Saya tidak menyangka bisa kejadian seperti ini,” ujar Wagino saat ditemui Solopos.com di lokasi kejadian, Senin.

Wagino mengatakan sebagian besar tubuh korban terbakar setelah tersengat listrik bertegangan tinggi. Bahkan baju yang dikenakan sobek terbakar bersama tubuhnya.

“Saya langsung membawa korban ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan pertama. Namun, usaha itu tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban,” kata dia.

Muchsin Doewes mengatakan sebelum kejadian pada Minggu (23/5/2016) sudah mengirimkan surat pemberitahuan resmi ke PLN Rayon Surakarta terkait rencana renovasi rumah. Pemberitahuan itu dilakukan karena kabel listrik sangat berdekatan dengan rumah.

“Kami meminta kepada PLN agar memberikan pengamanan khusus pada kabel listrik selama renovasi rumah berlangsung. Namun, tidak kunjung direalisasikan hingga akhirnya jatuh korban,” kata dia.

Ia mengaku setelah kejadian ini pekerjaan renovasi rumah dihentikan sementara. Semua biaya rumah sakit ditanggung keluarganya. Sementara untuk pemberian tali asih kepada keluarga korban tanggung jawab penyedia jasa pekerjaan.

Dimintai konfirmasi, Kapolresta Solo, Kombes Pol. Ahmad Luthfi melalui Kapolsek Pasar Kliwon AKP Nur Prasetyantoro, mengaku belum mendapatkan informasi mengenai kejadian tersebut.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…