Sejumlah pengendara melintasi jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) tepatnya di Jurang Grawah, Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Selasa (24/5/2016). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos) Sejumlah pengendara melintasi jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) tepatnya di Jurang Grawah, Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Selasa (24/5/2016). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)
Kamis, 26 Mei 2016 15:40 WIB Hijriyah Al Wakhidah?/JIBI/Solopos Boyolali Share :

INFRASTRUKTUR BOYOLALI
Pelebaran Jalur SSB Tanpa Kompensasi

Infrastruktur Boyolali, Pengerukan tebing di Jurang Grawah untuk pelebaran jalur SSB.

Solopos.com, BOYOLALI–Pengerukan tebing di Jurang Grawah berkaitan dengan rencana pelebaran jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB). Pelebaran jalan akan memanfaatkan lahan yang saat ini sedang dikeruk. Lahan di tebing itu adalah lahan milik warga. Namun, pelebaran jalan itu dipastikan tanpa kompensasi.

Jalur SSB akan dilebarkan dari saat ini 4 meter hingga 4,5 meter menjadi 6 meter. Pengawas Jalan SSB Bina Marga Provinsi Jateng, Sumarwan, menjelaskan selain pelebaran jalan, Bina Marga juga akan membangun bahu jalan selebar dua meter di jalur Jurang Grawah. Sumarwan menyebut pemilik lahan akan memberikan sebagian lahannya kepada Bina Marga untuk pembangunan jalan.

??“Ya, nanti pakai tanah warga, milik Pak Tumar. Untuk sementara ini kami belum memikirkan kompensasi untuk pemakaian tanah itu. Kemungkinan tidak ada,” kata Sumarwan, kepada Solopos.com, Kamis (26/5/2016).

Proyek perbaikan dan pelebaran jalur SSB saat ini sudah dimulai. Rigid beton sudah berjalan hingga pertigaan Cepogo-Tumang, meskipun baru satu sisi jalan. “Ini masih jalan terus. Beberapa hari sempat kami hentikan sementara karena ada tradisi sadranan.”

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng telah menggelontor anggaran mencapai Rp33,8 miliar untuk perbaikan jalan di jalur SSB. Anggaran sebanyak itu akan digunakan untuk peningkatan jalan dari Candipetak-Selo Pass senilai Rp22,33 miliar dan Rp11,5 miliar untuk pembangunan talut dan perbaikan jalan di sekitar jembatan Samiran II. Jalan di jalur SSB akan dirigid beton karena penggunaan aspal sudah tidak memungkinkan lagi untuk kebutuhan jalan saat ini. Sebelumnya, jalur SSB hanya dilalui angkutan wisata dan sayuran. Sekarang, truk pengangkut material pasir dan batu juga melintasi kawasan tersebut.

Pemilik tanah, Tumar, membenarkan lokasi pengerukan tebing akan dimanfaatkan untuk pelebaran jalan. Dia juga mengaku tidak ada kompensasi dari pemerintah untuk lahan yang akan digunakan untuk pelebaran jalan dan pembangunan bahu jalan.

“Ndak ada kompensasi. Ya, lahan yang saya keruk kan luasnya nanti sekitar 7.000 meter persegi. Sebagian untuk pelebaran jalan dan pembangunan bahu jalan selebar dua meter,” ujar Tumar.

Sejauh ini Tumar tidak mempermasalahkan jika penggunaan lahan untuk pelebaran jalan tanpa ada kompensasi. “Selama itu sudah jadi kehendak masyarakat ndak apa-apa. Yang penting ke depan lahan itu bisa dimanfaatkan. Rencananya mau saya bangun ruko,” kata Tumar.

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…