Ilustrasi bambu (deshow.net) Ilustrasi bambu (deshow.net)
Senin, 23 Mei 2016 14:15 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

BENCANA KLATEN
Ini Yang Jadi EWS Warga Kemalang Saat Erupsi Gunung Merapi

Bencana Klaten, salah satu bahan bangunan menjadi EWS warga Kemalang saat erupsi Gunung Merapi.

Solopos.com, KLATEN–Bambu kerap dimanfaatkan untuk bahan bangunan serta beragam kerajinan. Namun, bagi warga kawasan lereng Gunung Merapi, bambu memiliki fungsi lain.

Bambu bisa menjadi alat peringatan dini atau early warning system (EWS) alami datangnya awan panas saat erupsi terjadi. Salah satu warga Dukuh Kembangan, Desa Sidorejo, Kemalang, Sukiman, mengatakan secara turun temurun warga di wilayahnya memanfaatkan bambu sebagai peringatan dini datangnya awan panas. Hal ini lantaran bambu bisa meledak jika terkena suhu hingga 100 derajat celcius.

“Kalau sudah mendengar suara bambu terbakar, pasti segera lari untuk menyelamatkan diri,” kata Sukiman kepada Solopos.com, Minggu (22/5/2016).

Namun, keberadaan bambu di kawasan lereng gunung tersebut berkurang. Kondisi itu terjadi pasca erupsi Gunung Merapi 2010. Lantaran hal itu, belakangan digalakkan penanaman bambu di kawasan lereng Gunung Merapi.

“Kondisinya sekarang bambu-bambu tinggal sedikit. Tetapi, warga berinisiatif melakukan penanaman walau masih sedikit,” kata koordinator Radio Lintas Merapi tersebut.

Sukiman mengatakan penanaman bambu di lereng Gunung Merapi dilakukan pada kawasan yang berjarak sekitar 3,5 kilometer dari puncak gunung. Melalui penanaman tersebut, bambu bisa dimanfaatkan warga serta menjadi alternatif jika teknologi EWS yang sudah terpasang mengalami masalah saat erupsi terjadi.
“EWS juga mempunyai kelemahan. Bagaimana kalau alat itu rusak saat terjadi erupsi atau mendadak mengalami gangguan listrik sehingga sirine tidak berbunyi,” urai warga yang tinggal pada jarak sekitar 4 km dari puncak Merapi tersebut.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Sujarwo, mengatakan ada keinginan dari sejumlah pihak agar ada penanaman bambu di kawasan lereng Gunung Merapi. Hal itu berkaitan dengan fungsi bambu sebagai salah satu peringatan dini ketika Gunung Merapi kembali mengalami erupsi.

“Memang belum banyak yang saat ini ditanami di sana. Kami akan sampaikan ke SKPD terkait bagaimana melakukan bambunisasi di wilayah Lereng Gunung Merapi,” ungkapnya.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…