Suporter Liverpool (Bleacherreport)
Jumat, 20 Mei 2016 01:00 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Internasional Share :

LIGA EUROPA 2015/2016
Suporter Liverpool dan Sevilla Sempat Bentrok

Liga Europa 2015/2016 diwarnai dengan bentrok suporter Liverpool dan Sevilla di partai final.

Solopos.com, BASEL — Bentrok antarsuporter mewarnai babak final Liga Europa antara Liverpool versus Sevilla di St. Jakob Park, Basel, Kamis (19/5/2016) dini hari WIB.

Kericuhan tersebut terjadi beberapa saat sebelum peluit kick-off dibunyikan. Insiden ini melibatkan sekitar 20 hingga 30 suporter antarkedua kubu dan memaksa polisi antihuru-hara untuk terjun memisahkan kedua mereka.

Suporter Liverpool lebih banyak memerahkan tribune penonton St. Jakob Park pada babak final Liga Europa ini. Mereka hampir memenuhi 3/4 stadion yang berkapasitas sekitar 35.000 penonton tersebut. Sementara hanya sekitar 7.000 pendukung Sevilla yang datang ke St. Jakob Park. Padahal, tim Andalusia itu sebenarnya mendapat alokasi 9.000 tiket penonton untuk partai puncak Liga Europa ini.

Mengingat “sempitnya” kapasitas di St. Jakob Park, tidak ada pemisahan untuk suporter kedua kubu. Maka tak mengherankan apabila kericuhan kecil sempat meletus hanya beberapa saat sebelum pertandingan.

Seperti dilansir Dailymail.co.uk, Kamis (19/5/2016), polisi anti-huru hara sampai harus turun tangan menangani kejadian ini. Mereka juga mengamankan suporter, termasuk fans Sevilla yang mengenakan kaos bertuliskan “Ultras”, julukan suporter fanatis.

Sementara laporan media Spanyol, AS, menyebutkan kericuhan ini dipecu karena Sevillistas, sebutan pendukung Sevilla, mem-boo anthem Liverpool “You’ll Never Walk Alone”. Hal itu sontak memancing kemarahan beberapa suporter Liverpool kepada pendukung tim Spanyol itu, hingga baku hantam kedua kubu pun tidak bisa terelakkan.

Beruntung insiden ini tidak sampai menunda jalannya pertandingan. Fans Liverpool menjadi pihak yang paling kecewa karena tim kesayangan mereka pulang dengan tangan hampa setelah kalah 1-3 dari Sevilla. Ini menjadi kekalahan kedua Liverpool di partai final sejak dibesut Jurgen Klopp pada Oktober silam. Sebelumnya, The Reds juga menelan kekalahan menyakitkan di final Piala Liga dari Manchester City lewat adu penalti musim ini.

Striker Liverpool, Daniel Sturridge, menyesal karena tidak bisa memberi hadiah kemenangan bagi suporter Liverpool yang sudah rela jauh-jauh datang ke Swiss untuk The Reds. Sturridge sebenarnya sempat membuat Liverpool unggul dengan gol cantiknya di babak pertama.

Mantan bomber Chelsea itu pun menilai Liverpool kurang beruntung karena akhirnya menelan kekalahan lantaran Sevilla bisa membalikkan keadaan menjadi 3-1 lewat dua gol Coke dan sebiji gol Kevin Gameiro.

“Saya hanya ingin berterimakasih kepada fans yang sudah melakukan perjalanan ke sini dan membuat kami merasa seperti bermain di kandang. Ini jelas-jelas kami tidak tampil bagus untuk level yang seharusnya untuk mengangkat trofi untuk mereka [suporter Liverpool],” jelas Sturridge, seperti dikutip Dailymail.co.uk.

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…