James Milner (Twitter) James Milner (Twitter)
Kamis, 19 Mei 2016 19:30 WIB Ahmad Baihaqi/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

LIGA EUROPA 2015/2016
Liverpool Kalah, Milner: Tak Perlu Salahkan Wasit

Liga Europa 2015/2016 diwarnai dengan kekalahan Liverpool di partai final.

Solopos.com, BASEL – Sejumlah keputusan wasit dalam laga Liverpool vs Sevilla di partai final Liga Europa 2015/2016 dinilai kontroversial. Liverpool dinilai dirugikan oleh keputusan-keputusna itu dan membuat mereka kalah.

Tapi penggawa The Reds, James Milner, meminta untuk tidak menyalahkan wasit atas kekalahan Liverpool ini. Menurutnya, lebih baik saat ini adalah menyoroti performa tim yang tidak tampil dalam performa kurang baik, terutama di babak kedua.

Dalam laga di St. Jakob Park, Kamis (19/5/2016) dini hari WIB, Liverpool kalah dengan skor 1-3 dari Sevilla. The Reds sempat membuka asa lewat gol Daniel Sturridge di babak pertama. tapi di babk kedua, Sevilal bangkit dan mampu mencetak tiga gol. Satu gol disumbangkan Kevin Gameiro dan dua gol lainnya dilesakkan sang kapten, Coke.

Dalam pertandingan itu memang ada beberapa keputusan kontroversia wasit Jonas Eriksson. Di babak pertam terlihat ada dua handball yang dilakukan pemain Sevilla di kotak terlarang. Sementara di babak kedua ada satu handball. Tapi wasit asal Swedia itu tak memberikan hadiah penalti.

Kemudian gol ketiga Sevilla semapt mendapat protes keras dari para pemain Liverpool bahkan penggawa yang duduk di benc pun ikut protes. Masalahnya, adalah Coke dalam posisi offside sebelum mencetak gol. Hakim garis pun sudah mengangkat bendera.

Namun, Eriksson tetap mengesahkan gol dan mengoreksi keputusan sang asisten. Ia melihat, bola memantul ke arah Coke setelah mengenai kaki Philippe Coutinho, sehingga ia anggap Coke tidak di posisi offside karena menerima bola dari pemain Liverpool.

“Kalah memang menyakitkan, tapi yang paling mengecewakan adalah kami tidak tampil mendekati performa terbaik kami,” ujar Milner seperti dikutip dari BT Sport, Kamis (19/5/2016).

“Bendera hakim garis terangkat, tapi wasit memutuskan lain. Ada beberapa keputusan juga yang tidak menguntungkan kami, tapi itu tidak ada urusannya dengan wasit,” imbuhnya.

“Sepanjang turnamen ini, kami sudah menunjukkan bahwa kami cukup bagus untuk menjadi juara, tapi kami tidak menunjukkannya malam ini –malam di mana seharusnya itu menjadi penting,” tutup pemain Timnas Inggris itu.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…