Ilustrasi pembangunan. (Tika Sekar Arum/JIBI/Solopos) Ilustrasi pembangunan. (Tika Sekar Arum/JIBI/Solopos)
Rabu, 11 Mei 2016 22:30 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

LAYANAN KESEHATAN KARANGANYAR
Bupati Tak Perpanjang Kontrak Rehabilitasi Gedung Puskesmas Jatipuro

Layanan kesehatan Karanganyar, Pemkab tak memperpanjang kontrak proyek gedung rawat jalan.

Solopos.com, KARANGANYAR–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar tidak akan memperpanjang kontrak proyek rehabilitasi gedung rawat jalan di Puskesmas Jatipuro.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan pada Peletakan Batu Pertama Kegiatan Fisik Tahun 2016 Kabupaten Karanganyar di Puskesmas Jatipuro, Rabu (11/5/2016). Yuli, sapaan akrab Juliyatmono, memberikan peringatan kepada kontraktor yang memenangi lelang proyek itu sejak awal.

PT Java Modern Teknologi memenangi lelang proyek rehabilitasi gedung di Puskesmas Jatipuro senilai Rp2,7 miliar. Proyek dimulai 27 April 2016 hingga 23 Oktober 2016. “Sudah meleset [gagal lelang] satu tahun itu artinya kehilangan waktu. Jangan seperti kantor Kecamatan Kebakkramat. Jadi sebelum jatuh tempo harus selesai. Saya tidak akan memberikan perpanjangan setelah habis kontrak. Jangan minta perpanjangan karena faktor tertentu. Jangan njagakke duit termin dari kabupaten,” kata Yuli saat memberikan sambutan.

Bupati menyinggung ulah kontraktor yang membangun kantor Kecamatan Ngargoyoso. Bupati menyebut kontraktor tidak bertanggung jawab karena melarikan diri sehingga Pemkab harus mengganti kerugian. Orang nomor satu di Pemkab meminta pengawas lapangan jeli.

“Wani menang, kudu wani risiko. Kabupaten tidak akan ngemplang bayaran proyek. Kepentingan pemerintah itu proyek cepat selesai dan sesuai aturan. Pengawas mengawasi dengan cermat. DKK [Dinas Kesehatan Kabupaten] pantau progress,” tutur dia.

Proyek rehabilitasi tiga puskesmas, yakni Puskesmas Jatipuro, Tawangmangu, dan Kebakkramat I gagal lelang pada 2015. Persoalan waktu dan rekanan tidak memenuhi persyaratan menjadi kendala. Pemkab harus mengembalikan alokasi dana dari Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada 2015. Lantas, Pemkab mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Karanganyar untuk merealisasikan proyek itu pada 2016.

Bupati berangan-angan merancang sejumlah kawasan di Jatipuro. Penataan dimulai dari rehabilitasi bangunan di Puskesmas Jatipuro bertahap, pembangunan kantor Kecamatan Jatipuro, pasar, dan pelebaran jalan. Pertimbangannya, Jatipuro berbatasan dengan kabupaten lain, Wonogiri.

“Puskesmas jadi prototype rumah sakit yakni pelayanan lengkap. Ini [Jatipuro] pintu masuk dari Wonogiri,” tutur dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, memastikan rehabilitasi gedung rawat jalan di Puskesmas Jatipuro tidak akan mempengaruhi kualitas pelayanan. Pelayanan pasien rawat jalan dipindahkan ke aula kantor Kecamatan Jatipuro.

“Perawatan dilanjut selama puskesmas rehabilitasi. [DKK] Mendapat alokasi dana rehab lima puskesmas, Jatipuro, Tawangmangu, Jenawi, Kebakkramat I, dan Jumapolo. Tetapi Jumapolo ditunda karena kewajiban mengurangi pembangunan gedung menggunakan DAK,” tutur Cucuk saat ditemui wartawan di sela-sela acara.

Rehabilitasi Puskesmas Jatipuro dan Tawangmangu menggunakan dana bagi hasil pajak rokok Rp2,7 miliar untuk Jatipuro dan Rp2,6 miliar untuk Tawangmangu. Cucuk mengatakan lelang rehabilitasi Puskesmas Tawangmangu sudah selesai. Rehabilitasi Puskesmas Tawangmangu Rp2,6 miliar dan rehabilitasi total bangunan Puskesmas Tawangmangu Rp120 juta.

“Dari sejumlah titik pembangunan, dua titik pembangunan selesai lelang, yakni Puskesmas Jatipuro dan Tawangmangu,” jelas dia.

Sementara itu, Bidan Desa Jatipuro yang diperbantukan di Puskesmas Jatipuro, Widyastuti, menyampaikan kapasitas gedung rawat inap di Puskesmas Jatipuro sebanyak 12 tempat tidur. Rencana gedung baru memuat 12 tempat tidur sehingga menjadi 24 tempat tidur. Puskesmas Jatipuro melayani warga dari Girimarto dan Ngadirojo sebelah utara Kabupaten Wonogiri.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…