Seratusan orang berunjuk rasa di depan Kantor DPC PDIP Sragen untuk menuntut agar Bambang Samekto dipecat dari keanggotaan PDIP, Selasa (10/5/2016). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Seratusan orang berunjuk rasa di depan Kantor DPC PDIP Sragen untuk menuntut agar Bambang Samekto dipecat dari keanggotaan PDIP, Selasa (10/5/2016). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Selasa, 10 Mei 2016 16:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

PDIP SRAGEN
14 PAC Tuntut DPD Pecat Aktor Intelektual

PDIP Sragen, ratusan kader PDIP Sragen menuntut penyelesaian penyegelan kantor DPC PDIP.

Solopos.com, SRAGEN—Seratusan orang kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dari 14 Pimpinan Anak Cabang (PAC), Ranting, dan Anak Ranting di Bumi Sukowati kembali mendatangi Kantor DPC PDIP Sragen di Sragen Wetan, Selasa (10/5/2016). Massa akar rumput itu menuntut kepada DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng) segera memecat aktor intelektual aksi penyegelan kantor DPC.

Mereka memberi deadline kepada DPD PDIP Jateng untuk memberi sanksi pecat itu sepekan terhitung sejak aksi digelang. Bila dalam waktu sepekan belum ada keputusan dari DPD, mereka mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa dengan massa lebih besar.

Massa PDIP itu sempat berjalan kaki dari depan Kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sragen ke Kantor DPC PDIP Sragen. Mereka membawa spanduk bertuliskan tuntutan agar aktor intelektual dipecat. Mereka juga menyebut nama Bambang Samekto, mantan Ketua DPC PDIP Sragen, dalam spanduk itu. Ada juga spanduk yang menyebut PAK-PAC menuntut BSE dipecat.

“Pecat dalang penyegelan Kantor DPC. Kami dari pengurus partai supaya aktor intelektual aksi penyegelan dipecat. Pengurus DPC segera menindaklanjuti aspirasi kami ke DPD. Aksi demo yang digelar pekan lalu hingga kini tidak direspons DPD. Atas dasar itulah kami menggelar aksi lagi,” seru Ketua PAC Ngrampal, Slamet Mulyono.

Ketua PAC Tangen, Rujiyanto, menyatakan para kader yang sekarang jadi orang besar itu karena partai. Dia mempertanyakan ketika sudah besar karena partai tetapi mengapa melakukan aksi penyegelan partai. Dia menyatakan kantor DPC milik semua kader PDIP. “Aspirasi rakyat ini segera sampaikan ke DPD,” tambahnya.

Ketua PAC Sidoharjo, Muh. Husnul Aziz, menilai aksi penyegelan itu merupakan bentuk penghinaan dan pelecehan terhadap lambang partai. Dia menyatakan aksi kader partai akan lebih besar massanya bila aspirasi pada aksi kedua itu tak segera direspons DPD. “Kami menenggat selama sepekan agar DPD memberi sanksi pecat itu. Kalau tidak jangan salah kami bila akan turun jalan lagi,” katanya.

Sekretaris DPC PDIP Sragen, Sugiyamto, datang menenangkan massa. Dia berulang-ulang meminta massa PDIP bersabar menunggu keputusan DPD. Dia tidak membenarkan massa PDIP menggelar aksi di depan Kantor DPC. “Semua PAC sudah diklarifikasi DPD. Partai itu juga ada mekanismenya. Semua tahapan sudah dilakukan DPD tinggal menunggu keputusan DPD. Aspirasi mereka akan kami sampaikan ke DPD,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sragen Bambang Samekto membantah terlibat dalam aksi penyegelan kantor DPC Sragen. Dia tidak terima bila namanya disebut-sebut sebagai aktor intelektual. “Semua itu diserahkan kepada keputusan DPD dan DPP. Yang jelas ada orang yang tidak suka dan menyudutkan saya. Pada 2012, tahu-tahu juga ada aksi supaya saya mundur dari Ketua DPC. Sekarang ada aksi yang menuding saya,” tambahnya.

PT.GARMET, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…