Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Agus Supriatna (tengah) melakukan salam komando dengan pejabat baru Gubernur AAU Marsma TNI Iman Sudrajat (kiri) dengan pejabat lama Marsda TNI Dedy Permadi, Senin (2/5/2016). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja) Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Agus Supriatna (tengah) melakukan salam komando dengan pejabat baru Gubernur AAU Marsma TNI Iman Sudrajat (kiri) dengan pejabat lama Marsda TNI Dedy Permadi, Senin (2/5/2016). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 3 Mei 2016 16:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

TARUNA AAU
Tak Cukup Belajar Sesuai Kurikulum, Taruna Perlu Referensi Tambahan

Taruna AAU saat ini tidak cukup dengan belajar sesuai kurikulum
Solopos.com, SLEMAN – Pergeseran jabatan kembali dilakukan di pucuk pimpinan Akademi Angkatan Udara (AAU) Jogja dalam serah terima jabatan yang berlangsung di Lapangan Dirgantara AAU, Senin (2/4/2016).

Marsma TNI Iman Sudrajat kini menjabat sebagai Gubernur AAU menggantikan Marsda TNI Dedy Permadi. Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna meminta kepada Gubernur AAU agar lebih kreatif dan inovatif dalam memimpin guna melahirkan perwira yang berkualitas, militan dan profesional.

Iman Sudrajat sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perawatan Personel (Kadiswatpers) Mabes TNI AU. Sedangkan Dedy Permadi selanjutnya bertugas sebagai Asisten Bidang Pengamanan (Aspam) Kasau.

Marsekal Agus Supriatna menegaskan, pergantian jabatan di lingkungan TNI AU merupakan hal biasa. Penempatan Dedy Permadi di posisi terbaru, karena kebetulan pejabat Aspam sebelumnya harus memasuki masa pensiun. Dengan ditinggalkan Dedy, kemudian diangkatlah Marsma Iman Sudrajat sebagai pejabat Gubernur AAU.

Dengan pergantian itu, Agus sangat berharap kepada Iman agar mampu membawa AAU menjadi lebih baik. Mengingat Iman dinilai banyak mengetahui dapur AAU karena sebelumnya pernah menjabat sebagai Komandan Wing Taruna dan Wagub AAU pada 2012 silam.

“Harapannya ke depan, karena [pejabat baru] mantan Danwing dan Wagub, jadi tahu betul AAU, seperti yang sudah saya sampaikan tadi, kami harapkan kreatifitas dan inovasinya,” tegas Agus seusai melantik Gubernur AAU di Lapangan Dirgantara, Senin (2/5/2016).

Kemampuan berkreasi dan berinovasi seorang pemimpin sangat dibutuhkan seperti saat ini. AAU tidak boleh bekerja berdasarkan rutinitas program semata tetapi harus membawa tradisi inovasi serta kreativitas yang tinggi. Karena taruna saat ini berbeda dengan zamannya dahulu.

Agus Supriatna mengakui, saat dirinya menjadi taruna cukup mengikuti kurikulum yang ada. Sangat berbeda dengan saat ini, taruna harus mandiri, bahkan mencari sendiri referensi mulai dari internet dan lainnya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat pesat, jika tidak diikuti, maka ketika menjadi perwira akan ketinggalan.

“Mampu berbahasa Inggris saja tidak cukup, tapi harus berkembang pada bahasa lain sebagai tambahan, seperti China, Perancis dan lainnya. Karena dimungkinkan ke depan berkaitan dengan alutsista,” imbuhnya.

Bekal bagi taruna AAU untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi itu mutlak dimiliki. Karena taruna AAU dididik untuk menjadi calon penjaga kedaulatan udara.

“Siapa yang menguasai udara, maka dia akan bisa melakukan apa saja, mulai dari ekonomi, politik, mau melakukan diplomasi perlu penguasaan udara. Dia akan lebih unggul, [penguasaan udara] itu penting,” ucapnya.

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…