Rieka Roslan (dua dari kiri) bersama PeDHieR di Studio Radio Solopos FM, Sabtu (30/4/2016). (Evi Handayani/JIBI/Solopos.com) Rieka Roslan (dua dari kiri) bersama PeDHieR di Studio Radio Solopos FM, Sabtu (30/4/2016). (Evi Handayani/JIBI/Solopos.com)
Minggu, 1 Mei 2016 05:30 WIB Evi Handayani/JIBI/Solopos.com Solo Share :

KUNJUNGAN MEDIA
Perkenalkan Pedhier, Rieka Roslan: Regenerasi CJR

Kunjungan media kali ini menampilkan kedatangan Rieka Roslan bersama PeDHieR.

Solopos.com, SOLO — Musisi Rieka Roslan menyambangi Griya Solopos, di Jalan Adisucipto 190, Solo, Sabtu (30/4/2016). Tak sendiri, vokalis The Groove itu datang bersama grup vokal anak-anak PeDHieR.

Dalam kesempatan wawancara di program bincang-bincang Radio Solopos FM, Sabtu, Rieka memperkenalkan PeDHieR sebagai grup vokal anak-anak bentukannya.

“Baru berdiri 23 Desember 2015. Di PeDHieR ini ada Petra, Dimas, Dhirga, dan Ray,” kata Rieka.

Rieka mengaku ini merupakan proyek pertamanya di industri musik anak-anak. Gagasan itu bermula dari keterlibatannya sebagai coach di ajang bernyanyi La Academia SCTV. Rieka melihat empat sosok anak yang menurutnya memiliki karakter suara kuat.

“Mereka memiliki suara yang berkarakter dan sekarang akhirnya bisa satu gitu,” kata Rieka.

Ketertarikan Rieka di dunia industri musik anak-anak ini karena ia menangkap hal tentang kurangnya ketersediaan lagu di usia anak-anak.

“Jadi akhirnya mereka menyanyi lagu yang liriknya dewasa. Karena enggak ada pilihan mungkin,” kata Rieka.

IMG_20160430_091534

Di album perdana PeDHieR bertajuk Salam Rindu ini, Rieka menciptakan enam lagu dengan lirik bertema anak-anak. Agar tidak terdengar membosankan, Rieka memasukkan istilah masa kini, yaitu “baper” atau terbawa perasaan. Sebuah istilah yang biasa digunakan masyarakat untuk menggambarkan kegundahan hati.

Melalui penggunaan istilah “baper” ini, Rieka berupaya mengalihkan kecenderungan isu asmara anak-anak, menjadi sesuatu yang membuat mereka semangat sekolah dan belajar, bukan menjadi sesuatu yang merusak masa depan.

“Jadi lewat Cie Baper Cie [CBC], kita berusaha mengalihkan cinta-cintaan anak-anak ke hal yang bikin mereka semangat sekolah. Karena perasaan seperti itu kan memang manusiawi ya, tidak bisa dihilangkan. Tapi kita yang harus mengarahkannya,” kata Rieka.

Cover album PeDHieR bertajuk "Salam Rindu"

Cover album PeDHieR bertajuk “Salam Rindu”

Selain Cie Baper Cie, PeDHieR juga membawakan lima lagu lain di album perdana mereka. Lima lagu itu adalah Akulah Indonesia, Salam Rindu, My Lovely Family, Bernyanyilah Denganku, dan Peace and Harmony.

“Mereka ini kan beda daerah dan agamanya juga beda-beda. Ada yang Protestan, Katolik, Islam, dan Hindu. Jadi aku membuat lagu yang Peace and Harmony ini juga. Aku berusaha mengemas tema yang komplit di album ini, termasuk soal nasionalisme dan keluarga,” ujar Rieka.

Untuk selanjutnya, Rieka berharap kehadiran PeDHieR bisa menjadi regenerasi idola anak-anak Tanah Air, setelah member grup boy band CJR dewasa.

“Jadi harus ada regenerasi idola anak-anak. Saat ini CJR sudah besar-besar, sudah mau kuliah. Kita harus mulai mempersiapkan generasi penerusnya,” jelas Rieka.

lowongan pekerjaan
PT. DISTRIVERSA BUANAMAS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….