Jadwal Siaran Pertandingan Sepakbola (Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok) Jadwal Siaran Pertandingan Sepakbola (Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Sabtu, 30 April 2016 07:20 WIB Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

TSC 2016
Dari Papua, Lapangan Hijau Kembali Bergeliat

TSC 2016 digelar, publik akan mendapat tontonan sepakbola sebenarnya.

Solopos.com, JOGJA-Hitungan jam ke depan, lapangan hijau di Indonesia akan kembali bergeliat. Jutaan mata akan kembali tertuju di sana.

Setelah kompetisi resmi dihentikan akhir 2014, para pecinta sepakbola di Indonesia praktis puasa lapangan hijau. Tak hanya publik saja yang dahaga akan hiburan bernama sepakbola, para insan yang biasa terlibat di dalamnya pun harus ikut menelan pil pahit lantaran kehilangan mata pencahariannya.

Kini, lapangan hijau akan kembali bergemuruh dengan teriakan puluhan ribu suporter di tribun penonton. Torabika Soccer Championship (TSC) yang diinisiasi oleh PT Gelora Trisula Semesta, seolah menjadi pelepas dahaga publik akan tontonan sepakbola yang sebenarnya.

Paska-kompetisi dihentikan, publik memang praktis hanya disuguhi tontonan-tontonan turnamen yang hanya digelar atas dasar kepentingan bisnis semata. Publik seolah disuguhi tontonan sepakbola yang sifatnya semu belaka: seru di lapangan, tapi penuh intrik dan komersialisasi di luarnya.

Setidaknya, beberapa turnamen dengan nilai investasi miliaran rupiah sudah coba digelar untuk melepaskan dahaga itu. Sebut saja misalnya Piala Kemerdekaan, Piala Jenderal Sudirman, hingga kemudian muncul turnamen-turnamen serupa di beberapa provinsi dengan menggunakan label pemerintah daerah mereka masing-masing.

Tentu saja, bagi pecinta sepakbola, bukan turnamen macam itu yang dikehendaki. Mereka ingin kompetisi yang sebenarnya. Kompetisi yang membuka mata dunia bahwa sepakbola Indonesia telah bangkit dari tidurnya. “Dan event TSC ini setidaknya adalah gerbang menuju ke sana,” tegas Direktur PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator turnamen TSC 2016, Joko Driyono saat dihubungi, Kamis (28/4/2016).

Mulai Jumat (28/4/2016) ini, turnamen pertama yang mendapatkan restu pemerintah itu resmi digelar dengan mengambil tempat di Stadion Mandala Jayapura sebagai laga pembukanya. Stadion paling timur di Indonesia itu seolah menjadi saksi kebangkitan sepakbola nusantara. Persipura Jayapura, pemilik stadion itu didapuk menjadi tuan rumah pertama di ajang itu dengan menjamu tamunya dari ibukota, Persija Jakarta.

Sebegitu istimewanya TSC kali ini, hingga presiden pun didaulat untuk membukanya secara langsung. Ini membuktikan bahwa ISC bukan sekadar turnamen sepakbola biasa. Lebih dari itu, jutaan pecinta olahraga kulit bundar menganggapnya sebagai gerbang sepakbola meninggalkan titik nadirnya.

Terlebih bagi tuan rumah. Sepakbola dan tanah Papua adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Tak terhitung jumlahnya, pemain sepakbola berkualitas lahir dari sana.

Itulah sebabnya, ditunjuknya tanah Papua sebagai penanda kebangkitan sepakbola adalah sejarah bagi warganya.

Tak heran demi merayakannya, pihak Panitia Pelaksana (Panpel) Stadion Jayapura bahkan mengambil kebijakan tak biasa. Mereka rela menggratiskan tiket stadion untuk kelas dua, tiga dan non seat hanya untuk memberikan kesempatan pada pecinta sepakbola di sana untuk turut ambil bagian euforia itu.
“Memang, hanya kategori VVIP saja yang tak kami gratiskan,” ujar Ketua Panpel Persipura Jayapura Fachrudin Pasolo beberapa hari yang lalu.

Bahkan, hanya demi dibuka kehadiran Presiden, pihak PT GTS selaku operator turnamen pun bersedia mengubah jadwal kick off laga pembuka itu. Jika sebelumnya laga akan digelar pada 21.00 WIT, demi kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu, PT GTS bersedia memundurkannya menjadi pukul 22.00 WIT.

Tentu saja, proses hingga digelarnya ISC ini tidaklah singkat. Berawal dari kegelisahan hampir semua pihak yang terkait dengan sepakbola, event ini pun akhirnya digelar. Mulai dari banyaknya pemain bintang yang harus rela turun kasta tampil di liga-liga kampung, hingga ancaman mogok dari sejumlah pihak mulai dari pemain sendiri, hingga suporter.

Ibarat sebuah perjuangan, gelaran ISC ini adalah jawaban dari pemerintah terhadap janjinya untuk menghidupkan kembali sepakbola. Kini, semua berharap TSC 2016 benar-benar menjadi gerbang bangkitnya sepakbola, bergeliatnya atmosfer sepakbola di Indonesia. Setidaknya, semua pihak berharap, TSC 2016 menjadi ajang pemanasan bagi tim-tim sebelum nantinya kompetisi benar-benar akan kembali digulirkan.

lowongan pekerjaan
PT. DISTRIVERSA BUANAMAS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….