Ilustrasi (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos)
Sabtu, 30 April 2016 01:40 WIB JIBI/Harian Jogja/newswire Sleman Share :

PERTANIAN SLEMAN
Pemkab Targetkan Tambah Lahan Bambu 10 Hektare Per Tahun

Tanaman bambu akan ditanam di lahan marjinal.

Solopos.com, SLEMAN– Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan setiap tahunnya dapat menambah luasan tanaman bambu minimal sebanyak sepuluh hektare.

“Kami menargetkan per tahun ada tambahan lahan tanaman bambu seluas sepuluh hektare, terutama di lahan marjinal,” kata Kepala Bidang Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto, Jumat.

Menurut dia, sejak beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten Sleman telah menetapkan komoditas bambu sebagai unggulan hasil hutan bukan kayu.

“Bambu ditargetkannya menjadi komoditas unggulan ke depannya, tidak sekadar kayu sengon dan jati. Saat ini sudah ada 525 hektare tanaman bambu di Kabupaten Sleman,” ucapnya.

Ia mengatakan, luasan lahan bambu tersebut tersebar di berbagai wilayah. Terutama di Kecamatan Godean, Turi, Pakem, dan Cangkringan.

“Kami ingin membawa budi daya bambu ke arah yang lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

Rofiq mengatakan, tanaman bambu memiliki banyak manfaat, terutama dari segi ekonomisnya, karena banyak usaha-usaha kreatif yang berbahan dasar bambu.

“Semisal saja sabun arang bambu, usaha meubel, dan masih banyak lagi. Yang usaha kreatif tersebut berada di Sleman. Selama ini pasokan bahan baku mereka didapatkan dari luar Sleman,” tuturnya.

Ia mengatakan, hasil bambu dari Sleman saat ini hanya memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan saja, sedangkan sisanya didatangkan dari Tasikmalaya, Malang dan Purworejo.

“Melihat potensi tersebut, maka selain mendorong masyarakat agar menanam bambu, kami juga memberikan fasilitas diantaranya dengan mengumpulkan pemilik usaha kreatif dengan petani bambu,” imbuhnya.

Penyuluh DPPK Kabupaten Sleman Sri Mundayati mengatakan keunggulan tanaman bambu dibandingkan lainnya, karena jenis ini sangat tahan terhadap penyakit.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…