Petani memanen padi disawah Desa Bendo, Kabupaten Magetan, Jumat (5/2/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Fikri Yusuf) Petani memanen padi disawah Desa Bendo, Kabupaten Magetan, Jumat (5/2/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Fikri Yusuf)
Sabtu, 30 April 2016 23:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

PERTANIAN MAGETAN
Tenaga Penyuluh Pertanian di Magetan Minim, Ini Dampaknya

Pertanian Magetan ini terkait kekurangan penyuluh pertanian di Magetan.

Solopos.com, MAGETAN – Jumlah tenaga penyuluh pertanian di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, masih minim padahal keberadaan mereka sangat dibutuhkan untuk mendampingi kelompok tani.

Data Dinas Pertanian Magetan mencatat jumlah tenaga penyuluh pertanian di wilayah setempat hanya 126 orang. Sebanyak 55 penyuluh di antaranya berstatus PNS dan 71 sisanya merupakan tenaga harian lepas.

“Jumlah tersebut belum dapat mencukupi kebutuhan sesuai wacana pemerintah yang menyatakan satu desa ditangani oleh satu tenaga penyuluh pertanian,” ujar Kepala Dinas Pertanian Magetan Edy Suseno kepada wartawan, di Magetan, Kamis (28/4/2016).

Jika merujuk dari wacana pemerintah tersebut, kebutuhan tenaga penyuluh pertanian di Magetan mencapai 235 orang, yakni sesuai jumlah desa di kabupaten setempat.

“Apalagi, jumlah kelompok tani yang ada di Magetan sangat banyak, yakni mencapai 1.023 kelompok tani,” terang Edy.

Minimnya jumlah tenaga penyuluh pertanian tersebut, berdampak pada kurang intensifnya pertemuan penyuluh dengan para petani. Sehingga, banyak informasi tentang pertanian dari pemerintah yang tidak tersampaikan ke para petani.

Sementara, terkait rencana penambahan tenaga penyuluh, pihaknya tidak dapat melakukannya, karena hal itu merupakan wewenang dari pemerintah pusat dan daerah.

Untuk mengatasi permasalahan itu, dinas terkait akan memaksimalkan fungsi tenaga penyuluh pertanian yang ada. Di mana, satu penyuluh bisa mendampingi delapan hingga 16 kelompok tani di beberapa desa.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…