Wahyu Prasetyo, 20, (dua dari kiri) memegang ular bersama warga lainnya di Wisma Galih Sono Kampung Ngledok RT 003/RW 010, Kelurahan Sragen Tengah, Sragen, Sabtu (30/4/2016). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Sabtu, 30 April 2016 14:39 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

PENEMUAN ULAR SRAGEN
Temuan Piton 3,2 Meter Gegerkan Warga Ngledok

Binatang buas jenis ular piton sepanjang 3,2 meter ditemukan di Sragen.

Solopos.com, SRAGEN—Warga Kampung Ngledok RT 003/RW 010, Kelurahan Sragen Tengah, Sragen menemukan ular piton sepanjang 3,2 meter dengan berat 10 kg di pinggir Sungai Garuda, tepatnya di belakang Wisma Galih Sono Ngledok, Sragen, Jumat (29/4/2016) sekitar pukul 18.30 WIB. Temuan ular tersebut membikin geger warga setempat.

Penemuan ular itu bermula saat Wahyu Prasetyo, 20, warga setempat memancing ikan di Sungai Garuda. Belum sempat dapat ikan, Wahyu dikagetkan dengan ular piton yang merayap di dekatnya. Tanpa berpikir panjang, Wahyu pun memanggil teman mancingnya, Senthon, 25, warga Teguhan RT 007/RW 003, Sragen Wetan, Sragen untuk menangkap ular itu.
“Ya, ular itu langsung kami tangkap dan kami bawa ke Wisma Galih Sono ini. Tadi malam puluhan warga berdatangan ke wisma ini untuk melihat ular piton yang dikenal dengan ular sawa kembang itu. Setelah warga pulang, ular itu kami simpan di karung yang terbuat dari kain,” ujar Wahyu saat ditemui solopos.com di kediamannya, Sabtu (30/4/2016) siang.

Senthon dan Wahyu berencana memelihara ular itu. Sebelumnya, mereka menemukan dua ekor ular piton dengan ukuran kecil. Dua ulang piton kecil itu dipelihara di keranjang bekas tempat buah dan di tong plastik. Dua ekor reptil itu ditemukan dengan jarak dua pekan dari temuan piton besar.

“Kalau yang kecil-kecil itu makannya tikus. Kalau yang besar ini belum dikasih makan karena baru dapat semalam. Ya, kemungkinan akan kami beri ayam. Kami masih mencari kandang yang cocok untuk piton betina itu,” ujar Senthon.

Dia sempat melihat piton di Sungai Garuda yang lebih besar dari temuannya. Dia berencana memburu ular itu juga. Dia mengatakan ular besar seperti itu keluarnya ketika malam hari untuk mencari mangsa. Kalau siang hari, kata dia, ular besar itu jarang keluar dari sarangnya.

“Di Sungai Garuda belakang wisma itu masih banyak rerimbunan rumpun bambu. Tempat itu menjadi kesukaan piton bersarang,” tambahnya.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
Editor Biologi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…