Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Yuddy Cristandi (kiri), saat berdialog dengan salah seorang warga (kanan) di Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Semarang, Jumat (29/4/2016). Dalam kesempatan itu, Yuddy juga mengecam kegiatan kunjungan kerja (kunker) yang dilakukan para pejabat Pemkab Semarang di Jatim, Selasa-Kamis (26-28/4/2016). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda Saputra)
Sabtu, 30 April 2016 11:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PEMKAB SEMARANG
Yuddy Cristandi Kecam Kunker, Wabup Semarang Mati Kutu

Disiplin PNS Semarang, dilanggar oleh para pejabat pemerintahan Kabupaten Semarang dengan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Gresik dan Surabaya.

Solopos.com, UNGARAN – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Yuddy Cristandi, mengecam kunjungan kerja (kunker) yang dilakukan oleh para pejabat di lingkungan Pemkab Semarang, Selasa-Kamis (26-28/4/2016).

Sebelumnya, sebanyak 37 pejabat di lingkungan Pemkab Semarang, baik kepala dinas, kepala bagian hingga pimpinan BUMD dan BLU RSUD menjalani kunker ke Gresik dan Surabaya, selama tiga hari. Keberangkatan para pejabat sekelas eselon II dan III itu dipimpin langsung oleh Wakil Bupati, Ngesti Nugraha, dan Sekda Gunawan Wibisono.

Yuddy menilai apa yang dilakukan para pejabat Pemkab Semarang itu salah. Apalagi, sebelumnya sudah ada instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait larangan PNS di jajaran pemerintah daerah maupun pusat melakukan kunker.

“Kan sudah ada instruksi dari presiden untuk mengurangi tindakan yang kurang produktif, salah satunya yakni kunker. Kalau seperti itu yang salah adalah kepalanya. Pegawainya tidak salah karena ditugasi oleh pimpinannya melakukan kunker. Memang masih ada [kunker]?” ujar Yuddy menjawab pertanyaan wartawan saat melakukan kunjungan ke Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang, Jumat (29/4/2016).

Yuddy yang baru hadir ke Kabupaten Semarang memang tidak mengetahui bahwa para pejabat di jajaran Pemkab Semarang baru saja melakukan kunker ke Jawa Timur (Jatim). Oleh karenanya, saat ditanya wartawan ia pun balik bertanya apa kegiatan seperti kunker masih dijalankan.

Ia bahkan meminta Wabup Semarang, Ngesti Nugraha, untuk menegur para pejabat yang telah melakukan kunker karena dinilai tidak disiplin. Padahal, Ngesti juga termasuk dalam satu di antara puluhan pejabat Kabupaten Semarang yang melakukan kunker ke Jatim itu.

“Nanti saya akan minta pak Wabup untuk menegur kepala SKPD yang melakukan kunker itu,” ujar Yuddy.

Menanggapi instruksi Yuddy, Ngesti pun hanya diam saja. Ia tak beraksi apa-apa dan terlihat mati kutu.

Sebelumnya, salah satu pejabat Pemkab Semarang yang turut serta dalam kunker itu, yakni Kabag Hukum setda, Katon Purtomo, membenarkan jika semua pejabat sekelas kepala SKPD dan kabag di jajaran Pemkab Semarang menggelar kunker. Kegiatan ini merupakan program kerja Pemkab Semarang untuk studi komperhensif di kota/kabupaten yang dinilai lebih maju.

“Untuk membuka cakrawala baru yang belum ada di Kabupaten Semarang, kami kembangkan,” ujar Katon saat itu.

lowongan pekerjaan
PT. BPR Bina Langgeng Mulia, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….