Proses pembongkaran mayat siswi kelas 5 SD yang diduga menjadi korban pembunuhan di Sawahan, Margomulyo, Seyegan, Sleman, Sabtu (30/4/2016) pagi. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja) Proses pembongkaran mayat siswi kelas 5 SD yang diduga menjadi korban pembunuhan di Sawahan, Margomulyo, Seyegan, Sleman, Sabtu (30/4/2016) pagi. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 30 April 2016 20:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

MISTERI KEMATIAN SISWI SD
Polisi Temukan Bercak Darah dan Cairan di Sprei Rumah Siswi SD

Misteri kematian siswi SD di Sleman akan diungkap, salah satunya dengan dilakukannya autopsi jenazah

Solopos.com, SLEMAN – Selain membongkar kuburan Nia Hesti Setianingsih, 11, Polres Sleman juga memeriksa rumah Dusun Sawahan, RT04/RW02 Margomulyo, Seyegan, Sleman.

(Baca juga : MISTERI KEMATIAN SISWI SD : Meninggal Tak Wajar, Jenazah Siswi SD Dibongkar)

Kapolsek Seyegan AKP Ngadiran menyebutkan hasil penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang ditemukan adanya beberapa indikasi dan kejanggalan dari kasus tersebut atau semacam dugaan pembunuhan.

Sesuai hasil pemeriksaan ulang medis ada beberapa luka di kemaluan, serta cairan lain yang bisa menjadi bukti petunjuk.

“Keterangan medis tidak menyebutkan detail cairan apa, tapi ada cairan. Kalau penyebab kematian belum bisa menentukan, menunggu hasil tindakan forensik hari ini,” tegasnya, di sela autopsi jenazah, Sabtu (30/4/2016).

Lebih detail ia menjelaskan, korban sebelumnya ditemukan dalam sumur di rumah orang tua kandung pada Sabtu (23/4/2016) pukul 04.30 WIB.

Penemuan setelah sejak Jumat (22/4/2016) dilaporkan hilang. Ngadiran belum berani menyimpulkan adanya dugaan keterlibatan orang dekat korban dalam pusaran kasus tersebut. Mengingat posisi sumur tersebut ada di dalam ruangan.

“Ada di dalam sumur dalam rumah tertutup dari lingkungan luar, tepatnya di dapur. Sebelumnya dikabarkan hilang, tanggal 22 malam dilaporkan. Lalu ditemukan Sabtu pagi Pukul 04.30 WIB,” urai dia.

Pada Senin (25/4/2016) Polres Sleman bersama Tim Inafis Polda DIY melakukan olah TKP ulang di rumah korban RT 04/02 Margomulyo, Seyegan, Sleman.

Petugas mencari bukti baru di rumah korban serta di sekitar sumur tempat korban ditemukan meninggal dan pekarangan rumah orang tua korban. Polisi memeriksa sprei, selimut dan pakaian korban hingga celana dalam saat ditemukan meninggal.

Saat itu ditemukan bercak darah di selimut yang diduga darah korban. Selain itu ditemukan dugaan sperma di sprei warna ungu.

“Kita mengumpulkan semua hal yang berkaitan dengan korban. Serta melakukan tindakan forensik untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi,” tegasnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…