Sabtu, 30 April 2016 06:00 WIB Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos Indonesia Share :

KOMPETISI INTERNAL PERSIS SOLO
Tim Peserta Mulai Pendataan

Kompetisi internal Persis Solo bakal bergulir awal Mei 2016.

Solopos.com, SOLO — Asosiasi Kota (Askot) PSSI Solo mulai melakukan pendataan tim peserta dan pemain jelang kompetisi internal antarklub yang bakal bergulir awal Mei 2016 mendatang. Screening ini dilakukan bertahap di Balai Persis, untuk Divisi I pada Kamis-Sabtu (28-30/4/2016) dan Divisi II pada Jumat-Minggu (29/4-1/5/2016).

Di level Divisi I akan diikuti oleh 12 tim yang akan kick off pada 8 Mei 2016. Sedangkan di Divisi II bakal diramaikan 14 tim dan bergulir 12 Mei 2016 mendatang. Kompetisi ini memberlakukan promosi dan degradasi. Askot PSSI Solo juga telah menyiapkan empat lapangan untuk kompetisi ini, yakni Lapangan Karangasem, Kartopuran, Kadipolo, dan Banyuanyar. Sementara Stadion Sriwedari kemungkinan akan dipakai untuk pembukaan kompetisi yang direncanakan digelar 5 Mei 2016 mendatang.

“Pendataan ini bertahap untuk melengkapi segala administratif tim. Misalkan jumlah pemain hingga data diri para pemain yang akan ikut serta,” papar Ketua Bidang Kompetisi dan Pertandingan Askot PSSI Solo, Chaidir Ramli, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (28/4/2016).

Menurutnya, setiap tim mendaftarkan pemain paling banyak 30 orang. Pemain yang didaftarkan harus jelas tentang status dan keabsahan dalam tim. Selain itu, bagi pemain profesional yang ingin bergabung ke klub internal harus ada surat keluar dari klub.

Di samping itu, kompetisi ini memakai format setengah kompetisi. Bagi juara dan runner up sesuai klasemen akhir Divisi II otomatis akan promosi ke Divisi I. Sedangkan urutan dua terbawah di Divisi I bakal terdegradasi ke Divisi II. Sementara juara Divisi I didapuk sebagai wakil dalam turnamen yang diselenggarakan Asprov PSSI Jawa Tengah. Bagi juara Divisi I dan Divisi II akan mendapat trofi dan uang pembinaan sebesar Rp4 juta. Sedangkan runner up bakal memperoleh uang pembinaan senilai Rp3 juta.

“Teknis pembukaan masih kami pikirkan. Daftar peserta tetap tidak berubah karena jika mereka tidak ikut akan mendapat sanksi dari Askot,” imbuhnya.

Sementara itu, regulasi soal batasan usia yang sempat jadi perdebatan sudah disepakati. Sebelumnya, pemain untuk Divisi II sejatinya akan dibatasi maksimal U-21. Namun, pengurus Askot PSSI Solo akhirnya sedikit memberi kelonggaran dengan memberi batasan U-23. Baik Divisi I maupun Divisi II pemain maksimal berusia 23 tahun dan minimal 17 tahun.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…