Ilustrasi taksi (Dok/Solopos)
Sabtu, 30 April 2016 11:40 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

KISAH UNIK
Menegangkan, Pengemudi Uber Bantu Penumpang Melahirkan di Mobilnya

Kisah unik dialami seorang pengemudi taksi yang membantu penumpangnya melahirkan di taksinya.

Solopos.com, JAKARTA – Seorang pengemudi Uber, Rudi Sumardi, 41, tak menyangka akan menjadi ‘bidan’ dadakan saat mengantar pelanggan di Bandung. Penumpang pertama Rudi pagi itu ternyata pasangan muda bersama istrinya yang sedang hamil tua.

Rudi yang biasanya mengambil pesanan siang hari, pada Kamis (28/4/2016) lalu memutuskan untuk menyalakan aplikasi Ubernya lebih pagi, pukul 10.00 WIB. Sekitar 15 menit kemudian, ia mendapat pesanan dan langsung meluncurkan mobil Avanzanya menuju lokasi penjemputan, lalu menuju salah satu rumah sakit di Bandung.

Rudi tidak melihat tanda-tanda kegawatdaruratan, bahkan tidak menyangka penumpang perempuan sedang hamil tua. Ia mengemudi dengan kecepatan sedang.

“Baru dari percakapan di jalan, saya mengetahui penumpang yang perempuan sedang hamil lebih dari 8 bulan dan berencana cek kandungan berkala ke rumah sakit,” kata Rudi dalam keterangan yang diterima detikcom dari Uber, Sabtu (29/4/2016).

Tiba-tiba penumpang perempuan tersebut merasa mulas dan kontraksi hebat. Mereka mulai panik dan terus-terusan berdoa untuk keselamatan ibu dan calon bayinya. Tak lama kemudian, Rudi dikejutkan dengan kepanikan dari jok tengah.

“Pas menengok ke belakang, terlihat sebagian kepala bayi mulai keluar. Saya juga sempat panik karena ada yang akan melahirkan di dalam mobil saya,” kata Rudi.

Ia kemudian menepikan mobilnya dan berusaha membantu pasangan suami istri itu. Hal pertama yang dilakukan Rudi adalah menghubungi istrinya di rumah. Rudi menyampaikan instruksi dari istrinya kepada sang calon ibu.

“Saya dan si calon bapak memandu agar ibu menarik dan membuang napas saat persalinan sampai akhirnya seluruh tubuh bayi berhasil keluar,” ujar Rudi.

Rudi kemudian memegang bayi dan meletakkannya di samping tubuh ibunya karena tidak ada kain di dalam mobil. “Tapi tali pusarnya masih tersangkut. Saya nggak berani main asal potong,” kata Rudi.

Ia lantas bergegas membawa ibu muda itu ke klinik terdekat. Sebab tidak memungkinkan untuk menuju rumah sakit sesuai rencana awal karena jaraknya cukup jauh, ditambah kondisi jalanan macet. Sepanjang jalan mereka terus berdoa agar tidak ada halangan mencapai klinik dengan selamat.

Sesampai di klinik, Rudi langsung turun dan meminta petugas segera melakukan tindakan. “Keluar tiga orang bidan yang datang membantu dan memasukkan mereka ke dalam ruangan. Alhamdulillah, setelah mendapat penanganan, bayi dan ibu dalam kondisi sehat,” kata Rudi.

Rudi kemudian melaporkan kejadian itu kepada Uber support.Ia mengaku senang dapat menolong penumpangnya dan bersyukur atas kondisi kesehatan ibu dan bayinya.

“Banyak pengalaman unik bersama penumpang selama saya mengemudi di Uber, mulai dari menghadapi penumpang yang senang ngobrol, curhat masalah pribadi, berantem dengan pasangan sampai berbagi ilmu sesuai profesi. Tapi baru ini yang benar-benar luar biasa, sesuatu yang tak terlupakan,” ujar Rudi.

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…